Selasa, 17 Mei 2016

tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahulla

nilah di antara tulisan terbaik Syekh Ali Thanthawi Mesir Rahimahullah:

Pada saat engkau mati, janganlah kau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.
Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.

Akan banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu. Dan mungkin banyak yang sudah tidak lagi memikirkan nasihatmu pada suatu hari.....

Barang barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu. Jika keluargamu setuju barang2 itu akan disedekahkan agar bermnfaat untukmu.

Yakinlah; dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dg kepergianmu.
Ekonomi akan tetap berlangsung!
Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain.
Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan kamu yg akan dihisab dan diperhitungkan untuk yang kecil dan yang besar dari hartamu!

Kesedihan atasmu ada 3:
👉Orang yg mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan.

👉Kawan2mu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa tawa!

👉Di rumah ada kesedihan yg mendalam! Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun??
Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan!

Demikianlah "Kisahmu telah berakhir di tengah2 manusia".
Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat!!
Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak.
Telah engkau tinggalkan rumah, istana, Suami dan istri tercinta.
Kini hidup yg sesungguhnya telah dimulai.

Pertanyaannya adalah:
Apa persiapanmu untuk kuburmu dan Akhiratmu??
Hakikat ini memerlukan perenungan.

Usahakan dengan sungguh2;
Menjalankan kewajiban kewajiban,
hal-hal yg disunnahkan,
sedekah rahasia,
merahasiakan amal shalih,
shalat malam,
tilawah al qur'an,
Semoga saja engkau selamat.

Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini insya Allah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat. "Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang orang mukmin"

Minggu, 15 Mei 2016

Kritiukussss


:tulip:Suatu kali seorang pemain musik muda mengadakan konser perdana. Setelah konser itu selesai ia dicela habis-habisan oleh para kritikus. Pemain musik itu merasa sedih dan depresi. Melihat hal itu Jean Sibelius, komposer yang terkenal, menghibur dia. Sambil menepuk-nepuk pundak pemain musik itu, ia berkata, “Ingat, nak, tidak ada satu pun kota di seluruh dunia yang mendirikan patung penghargaan untuk kritikus. Yang ada adalah patung penghargaan untuk pemenang dan pahlawan.. Jadilah pahlawan, maju terus!”

:tulip:Orang yang baru pertama kali tampil biasanya melakukan banyak kesalahan dan sering kali mendapat banyak kritikan dan ditolak.

:tulip:Tahun 1954 Jimmy Denny, manajer Grand Ole Opry memecat Elvis Presley setelah pertunjukan dan berkata, “Kamu tidak akan terkenal, nak. Sebaiknya kamu kembali menjadi sopir truk saja.”

:tulip:Tahun 1959 pejabat tinggi Universal Pictures memecat Clint Eastwood karena giginya cuwil, jakunnya menonjol dan bicaranya terlalu pelan.

:tulip:Tahun 1962 perusahaan rekaman Deka menolak 4 pemuda yang gugup bermain untuk rekaman mereka yang pertama. Mereka berkata, “Kami tidak suka mereka. Kelompok gitaris tidak begitu popular.” Keempat pemuda itu adalah “The Beatles.”

:tulip:Orang-orang itu tidak patah semangat. Mereka maju terus, belajar, dan mencari peluang lain. Akhirnya sejarah membuktikan mereka semua menjadi orang yang sukses..!

:tulip:Jika anda mendapat banyak kritikan dan ditolak,, jangan putus asa! Maju terus sambil belajar tingkatkan diri dan temukan peluang yang lain! Suatu kali sejarah akan membuktikan kesuksesan anda!

:tulip:Ingat, tidak ada patung utk kritikus, yg ada adalah patung (penghargaan) utk seorang pemenang!

Semangat weekend

Sabtu, 14 Mei 2016

Hikmah Pagi... Hasan Basri

ikmah Pagi...

Hasan Basri ditanya: Apa rahasia zuhudmu di dunia ini? Beliau  menjawab:
1. Aku tahu rizqiku tidak akan diambil orang lain, karena itu hatiku selalu tenang.
2. Aku tahu amalku tidak akan dikerjakan orang lain, karena itulah aku sibuk beramal shaleh.
3. Aku tahu ALLAH Ta'ala selalu memerhatikanku, karena itulah aku malu jika ALLAH melihatku sedang dalam maksiat.
4. Dan aku tahu kematian itu sudah menungguku, karena itulah aku selalu menambah bekal untuk hari pertemuanku dengan ALLAH........

              Sahabat2ku...

           Jangan tertipu
        dengan usia MUDA
        karena syarat Mati
         TIDAK harus TUA.

   Jangan terpedaya dengan
        tubuh yang SEHAT
       karena syarat Mati
       TIDAK mesti SAKIT

   Jangan terperdaya dengan
        Harta Kekayaaan
                sebab
    Si kaya pun tidak pernah 
     menyiapkan kain kafan
             buat dirinya
      meski cuma selembar.

      Mari Terus berbuat BAIK,
         berniat untuk BAIK,
     berkata yang BAIK-BAIK,
   Memberi nasihat yang BAIKp
 Meskipun TIDAK banyak orang
      yang mengenalimu dan
   Tidak suka dgn Nasihatmu

        Cukup lah  اللهِ yang
     mengenalimu lebih dari
           pada orang lain.

      Jadilah bagai JANTUNG
        yang tidak terlihat,
     tetapi terus berdenyut
     setiap saat hingga kita
 terus dapat hidup, berkarya
     dan menebar manfaat
       bagi sekeliling kita
     sampai diberhentikan
              oleh-NYA
     
                Sahabat2ku...

"Waktu yang kusesali adalah
         jika pagi hingga
      matahari terbenam,
 amalku tidak bertambah
            sedikit pun,
  padahal aku tahu saat ini
       umurku berkurang"
       (Ibnu Mas'ud r.a.)

Ketua Aswaja NU Center Ponorogo, Dr. Miftahul Huda

Seusai kami mengisi Dauroh  sesi malam ini, Ketua Aswaja NU Center Ponorogo, Dr. Miftahul Huda bercerita bhw ternyata Kiai Jayadi, pengasuh Pesantren Al Amin, Ponorogo adlh saksi hidup yg menjawab pertanyaan HAMKA ktk Hamka mengimami Shubuh di Pesantren Gontor. Ktk itu Hamka tanya kpd jamaah shubuh, "Apakah di sini pakai Qunut?"
Lalu spontan Jayadi menjawab, "Iya, di sini pakai Qunut."
Akhirnya Hamka ktk itu mengimami dng memakai qunut

NIKMATNYA MEMBACA SURAH AL-FATIHAH


Pada saat membaca surah Al-Fatihah waktu shalat, banyak membacanya tergesa-gesa tanpa spasi, tanpa jeda dan tak dinikmati. Padahal disaat kita selesai membaca satu ayat dari surah Al-Fatihah, Allah menjawab setiap ucapan kita, maka dari itu kita disunahkan berhenti sejenak setiap selesai membaca satu ayat.
Dalam Sebuah Hadits Qudsi Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :
"Aku membagi shalat menjadi dua bagian, untuk Aku dan untuk hamba-Ku".
Artinya, tiga ayat diatas: Iyyaka Na'budu Wa iyyaka nasta'in adalah hak Allah, dan tiga ayat kebawahnya adalah urusan hamba-Nya.
• Ketika Kita mengucapkan "Alhamdulillahi Rabbil 'alamin". Allah menjawab :"Hamba-Ku telah memuji-Ku".
• Ketika kita mengucapkan "Ar-Rahmanir-Rahim"...Allah menjawab : "Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku".
• Ketika kita mengucapkan "Maliki yaumiddin"...Allah menjawab :"Hamba-Ku memuja-Ku"
• Ketika kita mengucapkan “Iyyaka na’ budu wa iyyaka nasta’in”...Allah menjawab : “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku”.
• Ketika kita mengucapkan “Ihdinash shiratal mustaqiim, Shiratalladzina an’amta alaihim ghairil maghdhubi alaihim waladdhoolliin.”...
Allah menjawab : “Inilah perjanjian antara Aku dan hamba-Ku. Akan ku penuhi yang ia minta.” (H.R. Muslim dan At-Turmudzi)
Berhentilah sejenak setelah membaca setiap satu ayat... Rasakan dan resapi betul-betul jawaban indah dari Allah, satu persatu, karena Allah sesungguhnya sedang menjawab ucapan-ucapan kita.