Jumat, 06 Januari 2017

NU dan MUHAMMADIYAH MULAI TERSINGKIR OLEH ISLAM TRANS-NASIONAL.

PENTING & SERIUS:                       NU dan  MUHAMMADIYAH MULAI TERSINGKIR OLEH ISLAM TRANS-NASIONAL.



Upaya Terselubung Islam "Anyaran" Dirikan Khalifah Daulah Islamiyah:

1. Siapa di Indonesia yg tak kenal @NahdlatulOelama dan Muhammadiyah? Di atas kertas, merekalah dua organisasi Islam terbesar di RI.

2. Sekitar 85 juta umat Islam di Indonesia adalah NU, dan 50 juta  Muhammadiyah. Artinya, sekitar 65 % seluruh penduduk muslim Indonesia.

3. Ini jumlah yg besar,  tp dlm  kenyataannya, tampaknya 135 juta anggota NU dan Muhammadiyah hanya  sebatas besar di angka statistik semata.

4. Buktinya? Lihat bagaimana NU dan Muhammadiyah tidak bsa lagi memegang kepemimpinan ummat.

5. Ummat justru dikendalikan oleh pergerakan Islam Trans-Nasional yg di Indonesia telah menjelma dlm wujud Islam “anyaran/baru”.

6. Mereka adalah penerus gagasan Ikhwanul Muslimin dan Hizbut Tharir yg ingin mendirikan Khalifah Daulah Islamiayah.

7. Pelan2, mereka terus menggerus kepemimpinan NU dan Muhammadiyah yg masih setia dengan Pancasila dan NKRI.

8. Knp itu bisa terjadi? Krn kelompok Islam "anyaran" itu justru dibiarkan tumbuh subur di era SBY (2004-2014).

9. Dlm 10 th itu,kelompok Islam Trans-Nasional banyak dapatkan ruang hidup,dapatkan subsidi dan juga difasilitasi utk tumbuh.

10.Dengan cara itu, kelompok Islam Trans-Nasional makin besar.Mereka mulai motong kaki NU dan Muhammadiyah di Mesjid, pengajian, dan sekolah.

11. Awalnya Islam Trans-Nasional hanyalah kelompok kecil yg mulai hadir pd era tahun 1970-an.

12. Di era Orde Baru mereka masih tiarap, tapi setelah reformasi mereka mulai unjuk gigi.

13. Melihat tren ini, SBY justru membiarkan kelompok ini utk bergerak dan mengakomodasi mereka utk memperkuat kekuasannya.

14.Akhirnya, kelompok trans nasional tumbuh, bantuan asing dari timur tengah, dana Wahabi mengalir deras bersamaan dengan fasilitasi dari SBY.

15. Selama 10 tahun cukup untuk mereka membesar dengan dana asing yang tidak ber-seri (sangat banyak)

16. Mari kita lihat satu-persatu para Islam Trans-Nasional yg mulai membuat NU dan Muhammadiyah gigit jari.

17. Pertama, Ikhwanul Muslimin atau yang sering dikenal dengan nama Moslem Brotherhood kalau di luar negeri.

18. Didirikan di Mesir pada Maret 1928, saat ini mereka menyebar di 70 negara dengan menggunakan methode Halaqah.

19. Gerakan Ikwan terbelah mjd dua arus utama: Ikhwan Tarbiyah yg menjadi cikal bakal Partai Keadilan Sejahtera.

20. Serta Ikhwan Jihad yg gunakan kekerasan yg jadi embrio Jamatul Muslimin, Jama’ah Islamiayah dan Jamaah Jihad yg berujung pd Al Qaeda.

21. Di Indonesia, Ikhwanul Muslimin dideklarasikan tahun 1994, lebih banyak gerak di kelompok Tarbiyah SMA dan Perguruan Tinggi (LMD/ LDK).

22. Setelah reformasi, mereka berubah bentuk jadi Komite Aksi Muslim Indonesia, lalu berubah jadi Partai keadilan dan selanjutnya  jadi PKS.

23. Tujuan utama Ikhwan Tarbiyah yaitu membentuk Daulah Islamiyah dengan cara non kekerasan.

24. Mereka manfaatkan instrumen demokrasi dg dirikan partai dan merebut kursi di Parlemen untuk wujudkan cita2 Daulah Islamiyah.

25. Mereka turut bentuk jaringan Ikhwan Tarbiyah seluruh dunia, yaitu The International Forum for Islamic Parliaments (IFIP).

26. IFIP pernah adakan pertemuan di Indonesia tahun 2007 di Jakarta, bahkan Jakarta ditetapkan sbg Sekretariat IFIP.

27. Waktu itu SBY dengan bangga membuka acara IFIP di Jakarta  m.tempo.co/read/news/2007…     

28. Sedangkan Ikhwan Jihadi atau Ikhwan sayap radikal muncul di Indonesia setelah dipicu oleh perang Afghanistan.

29. Dan gerakan ini menemukan bahan baku pada aktivis Darul Islam Indonesia (DII).      Kelompok ini jg dirikan Jammaah islamiyah (JI) pada 1991.

30. Tujuan utamanya: Mendirikan Khilafah Islamiyah dengan menggunakan metode kekerasan      allaboutwahhabi.blogspot.co.id/2011/09/

31. Kedua, adalah Hizbut Tahrir yg menolak konsep demokrasi dan menekankan tentang paham kekhalifahan.

32. HTI jelas tidak menerima NKRI dan Pancasila     HTI jg tidak mau hormat bendera merah Putih      muslimedianews.com/2014/08/ustadz…

33. Metode perjuangan HTI adalah kaderisasi, sosialisasi dan merebut kekuasaan.

34. Gerakan HT di Indonesia berawal dari aktivis masjid kampus Mesjid Al-Ghifari, IPB Bogor yg disebarkan melalui halaqah2.

35.  Kader-kadernya HTI aktif melakukan sosialisasi dan kaderisasi dengan memanfaatkan Masjid2.

36. Sejalan dengan gerakan Tarbiyah, mereka juga lakukan kaderisasi ke sekolah dan kampus-kampus, selain mengajak ke pengajian HT Indonesia.

37. Karakter dari HTI : angkat isu struktural dan global, bahaya kapitalisme, dominasi USA serta sistem ekonomi dan politik alternatif.

38. Jawaban mereka (HTI) hanya satu: ganti NKRI dengan sistem Khalifah,Bagi mereka Khalifah adalah harga mati!!!

39. Ketiga adalah gerakan Salafi Dakwah dan Salafi Sururi yg berkembang dengan bantuan dana pemerintah Arab Saudi.

40. Awalnya mereka adalah alumni Lembaga Ilmu pengetahuan Islam dan Arab (LIPIA)Perkembangan mereka berbasis pesantren.

41. Keempat adalah Syiah yg berkembang setelah Revolusi Islam Iran tahun 1979 dan menyebarnyanya alumnus Qum.

42. Di Indonesia muncul dua organsiasi Syiah:      pertama, Lembaga Komunikasi Ahlul Bait yg merupakan wadah alumni Al Qum.

43. Organisasi kedua tergabung dalam IJABI yg lebih berkiblat ke Ayatollah Sayyed Mohammad Hussein Fadlallah.

44. Pengikut Syiah keturunan Arab lakukan bertaqiyah (sikap menyembunyikan diri)Jaringan Syiah yg kuat ditemukan di Jatim dan Pekalongan.

45. Di era SBY, perkembangan Syiah dianggap ancaman ol kelompok Sunni termasuk Tarbiyah dan HTI krn Iran sangat mengganggu kepentingan Arab Saudi.

46. Inilah yg membuat kelompok Wahabi justru menyerang kelompok Syiah dan Ahmaddiyah.

47. Skali lg demi dukungan, menyingkirkan NU dan Muhammadiyah, maka jaringan SBY fasilitasi konflik Sunni-Syiah ini.

48. Kelima adalah Jamaah Tablig juga masuk kategori gerakan trans-nasional.

49. Jamaah Tablig ini berpusat di perkotaan dan bersifat non-politis.  Anggotanya kurang lebih 20.000 orang.

50. Dlm 10 tahun di era SBY, gerakan Islam Trans-Nasional banyak menggerogoti basis2 organisasi massa.

51. Masjid2 NU dan Muhammadiyah mulai dikuasai oleh Ikhwan dan HTI.  Jemaah Tabliq menggerogoti beberapa basis penting NU di perkotaan.

52. Sedangkan gerakan Salafi mengambil jemaah @NahdlatulOelama puritan dg pendekatan pesantren.

53.jadi strategi kuasai Mesjid dr kelompok Trans-Nasional relatif berhasil Dengan cara itu mereka menguasai Marbot,takmir sampai pendakwah.

54. Aktivitas mesjid digunakan untuk halaqah para Ikhwan dan HTI.

55. Selain itu para Ikhwan Tarbiyah (PKS) dan HTI aktif juga bergerak di sekolah dan perguruan tinggi.

56. Mereka masuk melalui dua cara: pertama, melakukan kaderisasi yg sangat agresif di forum Kerohanian Islam (Rohis).

57. Kader2 mereka aktif mendekati pelajar dan mahasiswa dengan pendekatan emosional, empati dalam Liqo.

58. Dan selanjutnya mengajak bergabung dlm Halaqah Jaringan kaderisasi seperti bergerak berjenjang dalam model sel-sel kecil.

59. Tentu ini mengherankan karena model kerja sel kecil ini awal muasalnya diciptakan oleh komunis internasional.

60. Pdhl kita tahu, kelompok Islam Trans-Nasional gaungkan anti-komunis, tapi cara penguatan jaringan ala komunis ternyata mereka pakai juga.

61. Dg kaderisasi di perguruan tinggi, gerakan Tarbiyah pelan2 masuk ke  sektor negara jadi PNS, anggota TNI, Polri dan profesional.

62. Di era SBY mereka juga menikmati fasilitasi  beasiswa dan  tugas belajar ke luar negeri.

63. Di luar negeri mereka aktif membangun jaringan dan semakin terbentuk setelah kembali ke tanah air Joxzin Jogja.

64. Mereka kemudian mulai menguasai Mesjid kementerian/BUMN dengan pendakwah dari kader Tarbiyah dan HTI.

65. Dakwah lain yg dikembangkan adlh melalui media dan medsos Kelompok ini aktif mengisi acara dakwah di TV maupun radio @RRI TVRI Nasional.

66. Di era SBY mereka diberi ruang gerak karena SBY mengangkat Menteri Kominfo yang kader PKS @tifsembiring.

67. Dengan penguasaan kementerian Kominfo oleh Tarbiyah, mereka mengendalikan media resmi seperti TVRI, RRI dan Antara.

68. Dan menempatkan kader mereka di posisi eselon 1 sampai 3 untuk jaga kontrol internet dan medsos.

69. Mereka juga agresif menyediakan jasa Ustad-Ustad untuk mengisi pengajian-pengajian komunitas Islam.

70. TV yg memerlukan penceramah agama juga disediakan oleh mereka secara gratis Dan juga melakukan dakwah melalui pengajian di radio2.

71. Di media sosial mereka juga berjaya  Pendekatan pada generasi muda dilakukan melalui media sosial baik WA Groups, BBM maupun SMS.

72. Hal ini membuat metode dakwah dari @NahdlatulOelama dan @muhammadiyah menjadi ketinggalan kereta.

73. Bahkan para Islam Trans-Nasional sudah membentuk pasukan dunia maya (cyber army) di medsos.

74. yg bukan hy sebarkan dakwah ala Tarbiyah dan HTI tapi jg sebarkan fitnah dg bungkus dalih agama untuk mulai serang kelompok lawan mereka.

75. Kelompok Trans nasional terutama Ikhwan dan HTI mulai ubah strategi dg membuat aliansi strategis antar kelompok Islam dg berbagai nama.

76. Bisa menggunakan Forum Umat Islam (FUI) ataupun Front-front Aksi yg bersifat taktis seperti GNPF-MUI.

77. Dengan cara itu, mereka tidak terkungkung oleh dominasi kepemimpinan @NahdlatulOelama dan @muhammadiyah.

78. Upaya menggerogoti kepemimpinan NU dan Muhammadiyah juga dilakukan SBY dengan membentuk Majelis Dzikir Nurussalam.

79. Dg bentuk kelompok ini, SBY ingin punya kendali langsung atas massa Islam tanpa harus bernegoisasi dg NU dan Muhammadiyah.

80. Cara ini jg berkembang sejalan dg  tren maraknya Habib dirikan kelompok Dzikir yg pengikutnya ribuan.

81. Kegiatannya sekilas hanya berdizikir, namun dengan acara itu, bisa jadi ajang baru untuk melakukan konsolidasi massa terutama anak2 muda.

82. Alasan itu yg melatar belakangi SBY memobilisasi Majelis Dzikir Nurussalam yg dipimpin oleh Utun Tarunadjaja pada thn 2000.

83. Yayasan Majelis Dzikir Nurussalam disebut sebagai mesin politik dan mesin uang tim sukses SBY  nasional.inilah.com/read/detail/25.

84. Kelompok Trans-Nasional melanjutkan aksinya menggerogoti kepemimpinan NU dan Muhammadiyah.

85.Dengan cara merebut kepengurusan organisasi fatwa seperti Majelis Ulama Indonesia.

86. Dengan menancapkan pengaruh di MUI maka mereka bisa memberikan b legitimasi pada aksi yg dipakai dengan bekal fatwa MUI.

87.Mereka memanfaatkan kelengahan NU dan Muhammadiyah pasca berpulangnya KH Sahal Mahfud.

88.Dien Syamsudin dan KH Mahruf Amin yg menggantikan Sahal Mahfud justru lebih bersikap oportunis pada kelompok Trans-Nasional.

89.Dua orang pengganti Sahal ini dikenal punya nafsu politik yg tinggi dan sptnya rela meninggalkan Muhammadiyah dan NU demi posisi politik.

90.Dengan penguasaan MUI ditambah dengan terbentuknya Front aksi, maka kelompok Trans-Nasional berhasil merebut kepemimpinan umat Islam.

91.kelompok Trans-Nasional berhasil merebut kepemimpinan umat Islam dari NU dan Muhammadiyah, serta bisa kendalikan agenda politik keumatan.

92.Ini yg jelaskan knapa kelompok Trans-Nasional setir ummat utk kep. politik ideologi, yakni terwujudnya Daulah Islamiyah dan Kekhalifahan.

93. Berbagai cara mereka gunakan untuk menguji kepemimpian mereka (kelompok islam trans-nasional).

94.Mulai safari Maulid Nabi ke berbagai daerah, salat subuh berjamaah sampai dengan pengumpulan dana untuk bergerak.

95.Terakhir ada upaya untuk kumpulkan dana untuk danai kelompok teroris di Suriah  cnnindonesia.com/nasional/2016.

96.Demi persatuan aksi Daulah Islamiyah dan Kekhalifahan, para Islam Trans-Nasional terpaksa mau terima Rizieq sebagai pemimpin gerakan.

97.Walaupun kelompok islam trans-nasional ini tahu, bahwa Rizieq FPI dibesarkan oleh elit tentara.

98.Tapi mereka tahu jg tahu kelemahan Rizieq yg mudah dibeli oleh elit politik dan punya sejumlah “cacat” yg bs stiap saat utk disingkirkan.

99.@syihabrizieq didorong-dorong masuk perangkap makar  Setelah itu gantian kelompok Ikhwan dan HTI yg akan memimpin.

100.Kelompok islam trans-nasional sudah siap mengganti Pancasila dan NKRI dengan Negara Khalifah Daulah Islamiyah.

101.Sekali lagi, kepemimpinan NU dan @muhammadiyah semakin jauh disisihkan secara sistematis.

102.Entah apakah NU dan Muhammadiyah merasa “tertampar” dengan berbagai aksi Islam Trans-Nasional belakangan.

103.Atau mungkin NU dan Muhammadiyah msh blm sadari ini? Mereka masih mrasa posisinya aman walau nyatanya sdh berdiri di atas batang lidi?

104. Ketika kepemimpinan NU dan Muhammadiyah jatuh, maka jatuh pula NKRI dan sangat mudah  digantikan dg Negara Khilafah Daulah Islamiyah.

105. Semoga kita Indonesia masih bisa berharap munculnya kembali kepemimpinan ummat Islam di tangan Nu dan Muhammadiyah demi tegaknya NKRI.

Terimakasih semua saudara sebangsa setanah Air.JANGAN PERNAH LELAH MENCINTAI KERAGAMAN DALAM BALUTAN NKRI.kita harus jeli membaca berita dan kita harus bersatu melawan penghianat negara yang sangat beragam topengnya.
*********

Minggu, 01 Januari 2017

OPINI: Ekonomi Indonesia Hadapi Lawan-Lawan Tak Kelihatan by Rhenald Kasali



Oleh Liputan6 pada 27 Des 2016

Liputan6.com, Jakarta - Proyeksi ekonomi Indonesia 2017 beserta angka-angka pertumbuhan, inflasi, lapangan kerja, peta investasi, dan seterusnya sudah sering Saudara baca.

Demikian juga ancaman dan peluang dari pasca terpilihnya Donald Trump dan dunia yang semakin protektif. Kehidupan berusaha dan berprofesi di tahun-tahun mendatang juga tidak akan lebih mudah karena muncul peta yang sama sekali baru.

Banyak hal-hal baru yang menakutkan incumbents hadir di depan mata. Salah satunya, proses penghancuran melalui inovasi, bisnis model, dan disrupsi.

Lawan-Lawan Tak Kelihatan

Yang jelas para usahawan tengah menghadapi kompetisi baru yang identitasnya tak begitu kelihatan. Seperti Blue Bird dan Express yang kecolongan Grab dan Uber. Lawan itu datang tanpa logo, tanpa pelat nomor kuning, dan tak ada tulisan taksi. Tahu-tahu armada itu sudah besar dan menggerogoti penerimaan perusahaan.

Akibatnya, Express rugi Rp 81 miliar per kuartal ketiga 2016. Sedangkan laba Blue Bird turun dari Rp 625,42 miliar ke Rp 360 miliar pada kuartal ketiga 2016.

Pada 2016 akhir, kita juga mendengar banyak kalangan pemilik hotel yang menyatakan keinginan untuk exit dari industri ini per kuartal III 2016. Alasannya adalah kontraksi dana APBN yang membuat okupansi hotel untuk keperluan meeting pemerintah berkurang.

Faktanya, para traveler pemula (the millenials) tengah beralih dari hunian hotel ke penginapan-penginapan berbasiskan sharing economy, seperti Airbnb dan Couchsurfing. Di Bali, di sepanjang Jalan Sunset Road, tumbuh rumah-rumah kos elite yang ditawarkan dengan pola ini.

Belum lagi restoran-restoran yang kelak akan kehilangan pengunjung dengan tawaran-tawaran makan siang atau malam bersama penduduk di rumah-rumah mereka melalui platform sharing economy.

Lantas, bagaimana dengan produk sehari-hari? Ambil saja produk makanan. Sejak tahun 2009 konsumen kelas menengah dunia sudah mulai meninggalkan makanan dalam kemasan, beralih ke makanan segar dan organik.

Di berbagai kota besar di Indonesia, kita saksikan rombongan tukang sayur bersepeda motor semakin banyak mendatangi kawasan perumahan. Lalu toko buah-buahan segar dan sayuran tumbuh pesat.

Di Amerika Serikat sendiri, sejak tahun itu 25 produsen utama makanan olahan telah kehilangan pendapatan sebanyak US$ 18 miliar.

Di Laut juga Berubah

Masalah dalam angkutan laut ternyata juga sama. Lagi-lagi banyak pihak salah membaca menyusul bangkrutnya raksasa Shipping Lines, Hanjin (Korea) yang menguasai pangsa pasar 3 persen dunia.

Umumnya para analis menunjuk pelemahan pertumbuhan ekonomi dan melemahnya harga-harga komoditi dunia, yang bahkan mengakibatkan harga kapal anjlok 60 persen dari harga semula.

Akan tetapi, fenomena ini sebenarnya tak berbeda jauh dengan fenomena bisnis taksi, sebab shipping company kini tak perlu lagi mempunyai kapal sendiri. Cukup menjadi operator saja. Jadi, order angkutan barang dari Kalimantan menjadi mahal kalau harus diangkut dengan kapal dari Jakarta. Kini operator cukup mengontak kapal-kapal yang ada di dekat lokasi yang pasti lebih murah.

Dengan strategi ini, Djakarta Lloyd yang dulu juga sempat terancam bangkrut antara 2008-2013 rugi terus dengan total Rp 554 miliar, kini sudah kembali sehat dengan catatan keuangan di tahun 2016 mampu menorehkan laba bersih Rp 40 miliar, sebagai operator company.

Gerak perusahaan operator ini memang tak kelihatan dan begitu luas di seluruh industri dan sektor, tetapi selalu disangkal incumbent. Padahal, perubahan ini sudah mengikuti hukum moore yang terjadi secara eksponensial, supercepat.

Saya harap bulan depan anda sudah bisa membaca kajiannya dalam buku saya yang berjudul Disruption. "Sekalipun Anda Incumbent, dan menghadapi lawan-lawan tak kelihatan, cegah kehancuran sekarang juga."

Saya harap Anda bersabar dulu. Jadi ini adalah sebuah era yang membutuhkan disruptive regulation, disruptive mindset, dan disruptive marketing.

Mari Kita Kenali Ciri-Cirinya

Pertama, teknologi mengubah kita semua dari peradaban time series menjadi real time. Time series statistic menghasilkan indikator-indikator lagging (ketinggalan). Ia menghitung dengan benar, tetapi basis datanya adalah masa lalu.

Peradaban real  bisa menghasilkan indikator-indikator kekinian (current indicator), saat ini, yaitu saat kita menghadapinya sehingga lebih relevan untuk membuat keputusan. Ini tentu berkat teknologi big data analitycs.

Kedua, dulu untuk berbisnis, Anda harus memilikinya sendiri. Kini Anda bisa saling memanfaatkan resources.

Ketiga dulu, teknologi tak memungkinkan kesegeraan. Kita semua harus antri (on the lane), sabar dan rela menunggu. Kini, Anda hidup dalam on demand economy. Jarak sudah mati, stok, data, dan armada, sudah dipindahkan ke dekat lokasi yang membutuhkannya. Teknologi dan algoritma data besar memungkinkan bagi kita untuk melakukannya.

Keempat, kurva supply-demand yang dulu Anda pelajari adalah permintaan-dan-penawaran tunggal. Kini kita hidup dalam dunia apps yang pada saat bersamaan dikerjakan oleh puluhan, bahkan ribuan jejaring.

Kelima, musuh-musuh Anda (kompetitor) sudah tak lagi kelihatan. Mereka langsung masuk ke sasaran-sasaran utama, kepada konsumen, door to door, langsung. Seperti Uber yang tak kelihatan, tak berbendera, tak bertanda apa-apa.

Sekali lagi, sejak dunia mengenal hukum Moore, disruption ini bersifat eksponensial, bukan linear. Artinya supercepat. Bayangkan apa jadinya kalau Anda terlalu lama membuat keputusan, desain perusahaan rigid dan statik, dan pegawai Anda bermental passenger?

Selamat Tahun Baru, 2017. Happy Holiday.

Rhenald Kasali

Guru Besar Ilmu Manajemen UI

@Rhenaldkasali

BELAJAR DARI KECOA,Sunder Pichai, CEO Google


News :
Sunder Pichai, CEO Google, mengutarakan hasil pengamatannya sebagai berikut :
Di sebuah restoran, tiba-tiba ada seekor kecoa hinggap di pakaian seorang wanita.
Si wanita tersebut berteriak ketakutan.
Dengan wajah panik dan suara gemetar, dia melompat. Dan ia berusaha untuk menyingkirkan kecoa tersebut kedua tangannya.
Walhasil, semua orang di kelompoknya ikut panik.
Tak lama kemudian, kecoa tadi terbang lagi. Kali ini hinggap di pundak wanita lain, masih dalam kawanan kelompok tadi.
Sekarang, giliran wanita yg kedua melanjutkan drama kepanikan.
Tak lama kemudian, seorang pelayan wanita datang. Dan akhirnya keco tersebut hinggap di lengan baju si pelayan.
Si pelayan pun berdiri dengan tenang sambil mengamati perilaku kecoa di kemejanya.
Dengan sekali sentuhan, Ia kemudian meraih kecoa itu dengan jari-jarinya dan melemparkannya ke tempat sampah.
Coba Kita perhatikan dengan seksama, dua wanita dalam group tadi panik, sementara wanita pelayan itu bisa dengan tenang mengusir kecoa.
Ini artinya persoalan bukan pada kecoanya...
... tapi lebih kepada reaksi yang ditimbulkan.
Ketidaktenangan kedua wanita tadi dalam menghadapi kecoa itulah yang membuat suasana jadi kacau.
Sejatinya, Kecoa memang menjijikkan. Dan ia akan tetap seperti itu selamanya.
Tidak akan pernah bisa kita ubah menjadi binatang lucu dan menggemaskan.
Begitupun juga dengan MASALAH.
Macet di jalanan..
istri yang cerewet..
teman yang berkhianat..
bos yang sok kuasa..
bawahan yang tidak penurut..
target yang besar..
deadline yang ketat..
customer yang ngeyel..
tetangga yang mengganggu..
Dan masalah yang lain.
Sampai kapanpun semua itu tidak akan pernah menyenangkan.
Tapi...
Jangan lah itu yang membuat semuanya kacau. Karena, sebenarnya ketidakmampuan kita untuk menghadapinya yang membuatnya demikian.
REAKSI kita terhadap masalah itulah yang sebenarnya menciptakan kekacauan dalam hidup, melebihi dari masalah itu sendiri.
Coba perhatikan kembali, para wanita itu bereaksi. Sedangkan pelayan merespon.
Reaksi selalu naluriah dan tiba-tiba, sedangkan respon itu dipikirkan dulu baik-baik.
Orang BAHAGIA bukan karena tidak pernah menghadapi masalah dalam hidupnya.
Melainkan karena la me-RESPON masalah hidupnya secara tepat.
Masalah selamanya tetap akan menjadi masalah.
Respon kita lah yang akan sangat menentukan bagaimana akhir dari setiap masalah yang kita hadapi.
Jangan dishare, kecuali Anda sepakat ^_^
Thanks mas Budi Resmilio, tulisan Anda memberikan inspirasi.

Sabtu, 22 Oktober 2016

DETIK-DETIK RESOLUSI JIHAD NAHDLATUL ULAMA



17 Agustus 1945
Siaran berita Proklamasi Kemerdekaan sampai ke Surabaya dan kota-kota lain di Jawa, membawa situasi revolusioner. Tanpa komando, rakyat berinisiatif mengambil-alih berbagai kantor dan instalasi dari penguasaan Jepang.

31 Agustus 1945
Belanda mengajukan permintaan kepada pimpinan Surabaya untuk mengibarkan bendera Tri-Warna untuk merayakan hari kelahiran Ratu Belanda, Wilhelmina Armgard.

17 September 1945
Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari mengeluarkan sebuah Fatwa Jihad yang berisikan ijtihad bahwa perjuangan membela tanah air sebagai suatu jihad fi sabilillah. Fatwa ini merupakan bentuk penjelasan atas pertanyaan Presiden Soekarno yang memohon fatwa hukum mempertahankan kemerdekaan bagi umat Islam.

19 September 1945
Terjadi insiden tembak menembak di Hotel Oranje antara pasukan Belanda dan para pejuang Hizbullah Surabaya. Seorang kader Pemuda Ansor bernama Cak Asy’ari menaiki tiang bendera dan merobek warna biru, sehingga hanya tertinggal Merah Putih.

23-24 September 1945
Terjadi perebutan dan pengambilalihan senjata dari markas dan gudang-gudang senjata Jepang oleh laskar-laskar rakyat, termasuk Hizbullah.

25 September 1945
Bersamaan dengan situasi Surabaya yang makin mencekam, Laskar Hizbullah Surabaya dipimpin KH Abdunnafik melakukan konsolidasi dan menyusun struktur organisasi. Dibentuk cabang-cabang Hizbullah Surabaya dengan anggota antara lain dari unsur Pemuda Ansor dan Hizbul Wathan.Diputuskan pimpinan Hizbullah Surabaya Tengah (Hussaini Tiway dan Moh. Muhajir), Surabaya Barat (Damiri Ichsan dan A. Hamid Has), Surabaya Selatan (Mas Ahmad, Syafi’i, dan Abid Shaleh), Surabaya Timur (Mustakim Zain, Abdul Manan, dan Achyat).

5 Oktober 1945
Pemerintah pusat membentuk Tentara Keamanan Rakyat (TKR). Para pejuang eks PETA, eks KNIL, Heiho, Kaigun, Hizbullah, Barisan Pelopor, dan para pemuda lainnya diminta mendaftar sebagai anggota TKR melalui kantor-kantor BKR setempat.

15-20 Oktober 1945
Meletus pertempuran lima hari di Semarang antara sisa pasukan Jepang yang belum menyerah dengan para pejuang.

21-22 Oktober 1945
PBNU menggelar rapat konsul NU se-Jawa dan Madura. Rapat digelar di Kantor Hofdsbestuur Nahdlatul Ulama di Jalan Bubutan VI No 2 Surabaya. Di tempat inilah setelah membahas situasi perjuangan dan membicarakan upaya mempertahankan kemerdekaan Indonesia, Di akhir pertemuan pada tanggal 22 Oktober 1945 PBNU akhirnya mengeluarkan sebuah Resolusi Jihad sekaligus menguatkan fatwa jihad Rais Akbar NU Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari.

25 Oktober 1945
Sekitar 6.000 pasukan Inggris yang tergabung dalam Brigade ke-49 Divisi ke-26 India mendarat di Surabaya. Pasukan ini dipimpin Brigjend AWS. Mallaby. Pasukan ini diboncengi NICA (Netherlands-Indies Civil Administration).

26 Oktober 1945
Terjadi perundingan lanjutan mengenai genjatan senjata antara pihak Surabaya dan pasukan Sekutu. Hadir dalam perundingan itu dari pihak Sekutu Brigjend Mallaby dan jajarannya, dari pihak Surabaya diwakili Sudirman, Dul Arnowo, Radjamin Nasution (Walikota Surabaya) dan Muhammad.

27 Oktober 1945
Mayjen DC.Hawtorn bertindak sebagai Panglima AFNEI (Allied Forces Netherlands East Indies) untuk Jawa, Madura, Bali dan Lombok menyebarkan pamflet melalui udara menegaskan kekuasaan Inggris di Surabaya, dan pelarangan memegang senjata selain bagi mereka yang menjadi pasukan Inggris. Jika ada yang memegangnya, dalam pamflet tersebut disebutkan bahwa Inggris memiliki alasan untuk menembaknya. Laskar Hizbullah dan para pejuang Surabaya marah dan langsung bersatu menyerang Inggris. Pasukan Inggris pun balik menyerang, dan terjadi pertempuran di Penjara Kalisosok yang ketika itu berada dalam penjagaaan pejuang Surabaya.

28 Oktober 1945
Laskar Hizbullah dan Pejuang Surabaya lainnya berbekal senjata rampasan dari Jepang, bambu runcing, dan clurit, melakukan serangan frontal terhadap pos-pos dan markas Pasukan Inggris. Inggris kewalahan menghadapi gelombang kemarahan pasukan rakyat dan massa yang semakin menjadi-jadi.

29 Oktober 1945
Terjadi baku tembak terbuka dan peperangan massal di sudut-sudut Kota Surabaya. Pasukan Laskar Hizbullah Surabaya Selatan mengepung pasukan Inggris yang ada di gedung HBS, BPM, Stasiun Kereta Api SS, dan Kantor Kawedanan. Kesatuan Hizbullah dari Sepanjang bersama TKR dan Pemuda Rakyat Indonesia (PRI) menggempur pasukan Inggris yang ada di Stasiun Kereta Api Trem OJS Joyoboyo.

29 Oktober 1945
Perwira Inggris Kolonel Cruickshank menyatakan pihaknya telah terkepung. Mayjen Hawtorn dari Brigade ke-49 menelpon dan meminta Presiden Soekarno agar menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan pertempuran. Hari itu juga, dengan sebuah perjanjian, Presiden Soekarno didampingi Wapres Mohammad Hatta terbang ke Surabaya dan langsung turun ke jalan-jalan meredakan situasi perang.

30 Oktober 1945
Genjatan senjata dicapai kedua pihak, Laskar arek-arek Surabaya dan pasukan Sekutu-Inggris. Disepakati diadakan pertukaran tawanan, pasukan Inggris mundur ke Pelabuhan Tanjung Perak dan Darmo (kamp Interniran), dan mengakui eksistensi Republik Indonesia.

30 Oktober 1945
Sore hari usai kesepakatan genjatan senjata, rombongan Biro Kontak Inggris menuju ke Gedung Internatio yang terletak disaping Jembatan Merah. Namun sekelompok pemuda Surabaya menolak penempatan pasukan Inggris di gedung tersebut. Mereka meminta pasukan Inggris kembali ke Tanjung Perak sesuai kesepakatan genjatan senjata. Hingga akhirnya terjadi ketegangan yang menyulut baku tembak. Di tempat ini secara mengejutkan Brigjen Mallaby tertembak dan mobilnya terbakar.

31 Oktober 1945
Panglima AFNEI Letjen Philip Christison mengeluarkan ancaman dan ultimatum jika para pelaku serangan yang menewaskan Brigjen Mallaby tidak menyerahkan diri maka pihaknya akan mengerahkan seluruh kekuatan militer darat, udara, dan laut untuk membumihanguskan Surabaya.

7-8 November 1945
Kongres Umat Islam di Yogyakarta mengukuhkan Resolusi Jihad Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari sebagai kebulatan sikap merespon makin gentingnya keadaan pasca ultimatum AFNEI.

9 November 1945
Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari sebagai komando tertinggi Laskar Hizbullah menginstruksikan Laskar Hizbullah dari berbagai penjuru memasuki Surabaya untuk bersiap menghadapi segala kemungkinan dengan satu sikap akhir, menolak menyerah. KH Abbas Buntet Cirebon diperintahkan memimpin langsung komando pertempuran. Para komandan resimen yang turut membantu Kiai Abbas antara lain Kiai Wahab (KH. Abd. Wahab Hasbullah), Bung Tomo (Sutomo), Cak Roeslan (Roeslan Abdulgani), Cak Mansur (KH. Mas Mansur), dan Cak Arnowo (Doel Arnowo).Bung Tomo melalui pidatonya yang disiarkan radio membakar semangat para pejuang dengan pekik takbirnya untuk bersiap syahid di jalan Allah SWT.

10 November 1945
Pertempuran kembali meluas menyambut berakhirnya ultimatum AFNEI. Inggris mengerahkan 24.000 pasukan dari Divisi ke-5 dengan persenjataan meliputi 21 tank Sherman dan 24 pesawat tempur dari Jakarta untuk mendukung pasukan mereka di Surabaya. Perang besar pun pecah. Ribuan pejuang syahid. Pasukan Kiai Abbas berhasil memaksa pasukan Inggris kocar-kacir dan berhasil menembak jatuh tiga pesawat tempur RAF Inggris.

Sabtu, 08 Oktober 2016

Karena dianggap bid'ah



Karena dianggap bid'ah, peringatan hari besar islam ditiadakan. Akhirnya yang tersisa hanyalah acara hari besar ummat non-muslim, seperti paskah, kenaikan Yesus Kristus, dan lainnya.

Karena dianggap bid'ah, hari libur islami juga dihilangkan. Akhirnya yang tersisa hanyalah hari libur non-muslim.

Karena dianggap bid'ah, acara peringatan hari besar ummat Islam di TV juga dihilangkan. Akhirnya yang tersisa hanyalah acara peringatan hari besar dari gereja, pura, candi, kelenteng dan kuil di TV kita.

Karena dianggap bid'ah, spanduk-spanduk acara Maulid yang besar-besar diturunkan, dan yang tersisa hanyalah spanduk-spanduk acara kristen dan lainnya.

Karena dianggap bid'ah, segala bentuk keramaian yang berbau islam dihilangkan, seperti broadcast acara-acara di masjid, broadcast lantunan ayat-ayat Al-Qur'an dari speaker masjid, atau lainnya. Akhirnya yang tersisa adalah gema lonceng gereja dan broadcast nyanyian-nyanyian kristiani.

Karena dianggap bid'ah, pawai ummat islam juga ditiadakan. Akhirnya yang tersisa adalah pawai salib seperti yang terjadi di Solo beberapa waktu lalu.

Karena dianggap bid'ah, ummat Islam dihimbau agar tidak ikut pemilu. Akhirnya yang kita dapat adalah kepala daerah non-muslim di tengah mayoritas muslim.

Ini semua adalah sejumlah kemungkinan, dan dua hal terakhir (pawai salib dan kepala daerah non-muslim) sudah menjadi fakta di negeri kita ini.

Semoga semua contoh ini bisa membuka mata kita bahwa dalam menilai sesuatu, bahwa tidak selamanya sesuatu itu harus dilihat hanya dari sudut pandang bid'ah yang sempit, tapi juga harus menyertakan sudut pandang lainnya, seperti sudut pandang amar ma'ruf nahi munkar, sudut pandang syiar Islam, atau lainnya.

Kalau kita sudah bisa mengubah syiar Islam menjadi budaya yang berkembang di tengah masyarakat, maka sesungguhnya itu adalah satu poin kemenangan bagi ummat Islam di negeri kita ini.

Semoga kita termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang bisa memahami, dan bisa menempatkan segala sesuatu pada tempatnya, dan juga bisa bijaksana dalam menilai apa-apa yang ada di depan mata kita. Aamin ya Robbal 'aalamiin.

-
Sumber:
https://ismetkh.wordpress.com/2015/12/21/karena-dianggap-bidah/

Artikel lainnya:
https://ismetkh.wordpress.com

"Meluruskan Pemahaman Islam",