PUISI GUSMUS....
Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!
Saat lahir, kau diadzankan di telingamu tanpa sholat.
Dan saat mati, kau disholatkan tanpa Diawali adzan.
Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!
Saat lahir, kau tidak tahu siapa yg mengeluarkanmu dari perut ibumu.
Dan saat mati, kau tidak tahu siapa yg memasukkanmu ke dalam kubur.
Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!
Saat lahir, kau dimandikan dan dibersihkan.
Dan begitu pula saat mati, kau dimandikan dan dibersihkan.
Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!
Saat lahir, kau tidak tahu siapa yg riang gembira atas kelahiranmu.
Dan saat mati, kau pun tidak tahu siapa yg menangis sedih atas kematianmu.
Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!
Saat di perut ibu, kau berada di ruang yg sempit lagi gelap.
Dan saat mati, kau pun berada di ruang yg sempit lagi gelap.
Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!
Saat lahir, kau dibungkus dengan kain untuk menutupimu.
Dan saat mati, kau pun dibungkus dengan kain untuk menutupimu.
Sungguh engkau menakjubkan, wahai manusia!
Saat lahir dan tumbuh besar, orang-orang bertanya tentang prestasi dan kebaikan-kebaikanmu.
Dan saat mati, malaikat akan bertanya tentang amal-amal yg pernah kau perbuat.
Lalu . .
Apa yang telah kau siapkan untuk akhiratmu?
SUBHANALLAH !
Kegiatan Santri di Pondok Pesantren Ali Maksum, Krapyak Yogyakarta
Sabtu, 14 Mei 2016
Jumat, 06 Mei 2016
FADILAH MALAM 27 ROJAB
dalam ihya' juz:1 hal:426 Imam ghozali berkata:
اعلم ان الليالى المخصوصة بمزيد الفضل التي يتأكد فيها استحباب الاحياء في السنة خمس عشرة ليلة...وليلة سبع وعشرين منه وهي ليلة المعراج... فمن صلى في هذه الليلة اثنتى عشرة ركعة يقراء في كل ركعة فاتحة الكتاب وسورة من القران ويتشهد في كل ركعتين ويسلم
artinya:"ketahuilah....... sesungguhnya malam malam yg dikhususkan dengan tambahnya keutamaan, dianjurkan untuk menghidupkanya dalam satu tahun ada 15 malam.... dan malam 27 rojab termasuk dari malam tersebut, yaitu malam mi'roj nya nabi Muhammad saw.
barang siapa melakukan solat pada malam tersebut 12 rokaat, dalam setiap rokaatnya membaca surat alfatihah dan surat dari alqur'an bertsyahud dalam dua rokaat dan salam.
kemudian membaca
سُبْحَانَ اللّهِ والحمد لله ولا اله الا الله اكبر
100X dan istighfar 100X dan sholawat 100X
ويدعو لنفسه بما شاء من امر دنياه واخرته ويصبح صائما فإن الله يستجيب دعائه كله الا أن يدعو في معصية
artinya: "kemudian terus berdo'a untuk dirinya apa saja yang dikehendaki mulai dari urusan dunia maupun urusan akherat dan pagi harinya berpuasa, maka Alloh akan mengijabah do'anya semuanya kecuali do'a untuk maksiat (dosa)".
Dari Kitab Kanzunnajaah Wassurruur Fil Ad’iyah Allatii Tasyrahushshuduur karya Syeikh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quds halaman 43
وَمِنْ فَوَائِدِ الشَّيْخِ عَلِيٍّ اَلْأَجْهُوْرِيِّ رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى كَمَا فِيْ تَرْجَمَتِهِ بِخُلَاصَةِ الْأَثَرِ أَنَّ مَنْ قَرَأَ فِيْ آخِرِ جُمُعَةٍ مِنْ رَجَبٍ وَالْخَطِيْبُ عَلَى الْمِنْبَر
ِأَحْمَدُ رَسُوْلُ اللهْ مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللهْ
(خَمْسًا وَثَلَاثِيْنَ مَرَّةً)
لَا تَنْقَطِعُ الدَّرَاهِمُ مِنْ يَدِهِ ذَلِكَ السَّنَةَ
Diantara FAWAA`ID Syeikh Ali Al-Ajhuri –rahimahullaahu Ta’ala- sebagaimana didalam terjemah (biografi) beliau dalam (kitab) KHULAASHATIL ATSAR
“Sesungguhnya barang siapa pada akhir Jumat bulan Rajab, saat Khatib berada diatas mimbar membaca:
AHMADU RASUULULLAAH MUHAMMADUN RASUULULLAAH 35 X
Maka tidak terputus dirham dari tangannya dalam setahun itu”.
TIBA SAATNYA MALAM INI KAMIS, 5 Mei 2016 KALAU BERKENAN LAKSANAKAN AMIN..!!!
Benih di Dunia dan AKherat
Ngaji pagi dulu..
Biar Adem...
ان فقدت مكان بذورك التي زرعتها سيخبرك المطر اين زرعتها. فازرع الخير على اي ارض وعلى اي احد، فأنت لا تعلم اين ومتى تجده، فقد تجد جزاءه في الدنيا او يكون لك ذخرا في الآخرة
Kalaupun suatu hari engkau lupa di mana benih itu kau tanam,
Maka, hujan akan memberitahu dimana kamu menanamnya.
Oleh karena itu, lakukanlah kebaikan di manapun kapanpun dan kepada siapapun.
Meskipun kita tidak tahu, kapan dan di mana bisa memetik buahnya,
Kalaupun buah itu tidak sempat kita petik di dunia, maka kita pasti memetiknya di akhirat.
#pojokPPALFALAH#
Biar Adem...
ان فقدت مكان بذورك التي زرعتها سيخبرك المطر اين زرعتها. فازرع الخير على اي ارض وعلى اي احد، فأنت لا تعلم اين ومتى تجده، فقد تجد جزاءه في الدنيا او يكون لك ذخرا في الآخرة
Kalaupun suatu hari engkau lupa di mana benih itu kau tanam,
Maka, hujan akan memberitahu dimana kamu menanamnya.
Oleh karena itu, lakukanlah kebaikan di manapun kapanpun dan kepada siapapun.
Meskipun kita tidak tahu, kapan dan di mana bisa memetik buahnya,
Kalaupun buah itu tidak sempat kita petik di dunia, maka kita pasti memetiknya di akhirat.
#pojokPPALFALAH#
Motivasi dari Prof. DR. Hamka, seorang pembesar Muhammadiyyah
monggo meniko kagem tadzkiroh. menawi manfaat:
Husein Baagil
Kemarin pukul 0:26 ·
Sewaktu baru kepulangannya dari Timur Tengah, Prof. DR. Hamka, seorang pembesar Muhammadiyyah, menyatakan bahwa Maulidan haram dan bid’ah tidak ada petunjuk dari Nabi Saw., orang berdiri membaca shalawat saat Asyraqalan (Mahallul Qiyam) adalah bid’ah dan itu berlebih-lebihan tidak ada petunjuk dari Nabi Saw.
Tetapi ketika Buya Hamka sudah tua, beliau berkenan menghadiri acara Maulid Nabi Saw saat ada yang mengundangnya. Orang-orang sedang asyik membaca Maulid al-Barzanji dan bershalawat saat Mahallul Qiyam, Buya Hamka pun turut serta asyik dan khusyuk mengikutinya. Lantas para muridnya bertanya: “Buya Hamka, dulu sewaktu Anda masih muda begitu keras menentang acara-acara seperti itu namun setelah tua kok berubah?”
Dijawab oleh Buya Hamka: “Iya, dulu sewaktu saya muda kitabnya baru satu. Namun setelah saya mempelajari banyak kitab, saya sadar ternyata ilmu Islam itu sangat luas.”
Di riwayat yang lain menceritakan bahwa, dulu sewaktu mudanya Buya Hamka dengan tegas menyatakan bahwa Qunut dalam shalat Shubuh termasuk bid’ah! Tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Saw. Sehingga Buya Hamka tidak pernah melakukan Qunut dalam shalat Shubuhnya.
Namun setelah Buya Hamka menginjak usia tua, beliau tiba-tiba membaca doa Qunut dalam shalat Shubuhnya. Selesai shalat, jamaahnya pun bertanya heran: “Buya Hamka, sebelum ini tak pernah terlihat satu kalipun Anda mengamalkan Qunut dalam shalat Shubuh. Namun mengapa sekarang justru Anda mengamalkannya?”
Dijawab oleh Buya Hamka: “Iya. Dulu saya baru baca satu kitab. Namun sekarang saya sudah baca seribu kitab.”
Gus Anam (KH. Zuhrul Anam) mendengar dari gurunya, Prof. DR. As-Sayyid Al-Habib Muhammad bin Alwi al- Maliki Al-Hasani, dari gurunya Al-Imam Asy-Syaikh Said Al-Yamani yang mengatakan: “Idzaa zaada nadzrurrajuli wattasa’a fikruhuu qalla inkaaruhuu ‘alannaasi.” (Jikalau seseorang bertambah ilmunya dan luas cakrawala pemikiran serta sudut
pandangnya, maka ia akan sedikit menyalahkan orang lain).
Semakin gemar menyalahkan orang semakin bodoh dan dangkal ilmunya, semakin Tinggi ilmu seseorang maka semakin tawadhu ( rendah hati ), carilah guru yang tidak pernah menggunjing dan mengkafirkan siapapun.
Sumber : Komunitas Dakwah
Husein Baagil
Kemarin pukul 0:26 ·
Sewaktu baru kepulangannya dari Timur Tengah, Prof. DR. Hamka, seorang pembesar Muhammadiyyah, menyatakan bahwa Maulidan haram dan bid’ah tidak ada petunjuk dari Nabi Saw., orang berdiri membaca shalawat saat Asyraqalan (Mahallul Qiyam) adalah bid’ah dan itu berlebih-lebihan tidak ada petunjuk dari Nabi Saw.
Tetapi ketika Buya Hamka sudah tua, beliau berkenan menghadiri acara Maulid Nabi Saw saat ada yang mengundangnya. Orang-orang sedang asyik membaca Maulid al-Barzanji dan bershalawat saat Mahallul Qiyam, Buya Hamka pun turut serta asyik dan khusyuk mengikutinya. Lantas para muridnya bertanya: “Buya Hamka, dulu sewaktu Anda masih muda begitu keras menentang acara-acara seperti itu namun setelah tua kok berubah?”
Dijawab oleh Buya Hamka: “Iya, dulu sewaktu saya muda kitabnya baru satu. Namun setelah saya mempelajari banyak kitab, saya sadar ternyata ilmu Islam itu sangat luas.”
Di riwayat yang lain menceritakan bahwa, dulu sewaktu mudanya Buya Hamka dengan tegas menyatakan bahwa Qunut dalam shalat Shubuh termasuk bid’ah! Tidak ada tuntunannya dari Rasulullah Saw. Sehingga Buya Hamka tidak pernah melakukan Qunut dalam shalat Shubuhnya.
Namun setelah Buya Hamka menginjak usia tua, beliau tiba-tiba membaca doa Qunut dalam shalat Shubuhnya. Selesai shalat, jamaahnya pun bertanya heran: “Buya Hamka, sebelum ini tak pernah terlihat satu kalipun Anda mengamalkan Qunut dalam shalat Shubuh. Namun mengapa sekarang justru Anda mengamalkannya?”
Dijawab oleh Buya Hamka: “Iya. Dulu saya baru baca satu kitab. Namun sekarang saya sudah baca seribu kitab.”
Gus Anam (KH. Zuhrul Anam) mendengar dari gurunya, Prof. DR. As-Sayyid Al-Habib Muhammad bin Alwi al- Maliki Al-Hasani, dari gurunya Al-Imam Asy-Syaikh Said Al-Yamani yang mengatakan: “Idzaa zaada nadzrurrajuli wattasa’a fikruhuu qalla inkaaruhuu ‘alannaasi.” (Jikalau seseorang bertambah ilmunya dan luas cakrawala pemikiran serta sudut
pandangnya, maka ia akan sedikit menyalahkan orang lain).
Semakin gemar menyalahkan orang semakin bodoh dan dangkal ilmunya, semakin Tinggi ilmu seseorang maka semakin tawadhu ( rendah hati ), carilah guru yang tidak pernah menggunjing dan mengkafirkan siapapun.
Sumber : Komunitas Dakwah
Minggu, 17 April 2016
Resep Kyai Kholil Bangkalan, Madura menghilangkan Kesusahan
Suatu hari Kyai Kholil (Bangkalan, Madura) kedatangan tiga tamu yang menghadap secara bersamaan. Sang kyai bertanya kepada tamu yang pertama: “Sampeyan ada keperluan apa?” “Saya pedagang, Kyai. Tetapi hasil tidak didapat, malah rugi terus-menerus,” ucap tamu pertama. Beberapa saat Kyai Kholil menjawab, “Jika kamu ingin berhasil dalam berdagang, perbanyak baca istighfar,” pesan kyai mantap. Kemudian kyai bertanya kepada tamu kedua:“Sampeyan ada keperluan apa?” “Saya sudah berkeluarga selama 18 tahun, tapi sampai saat ini masih belum diberi keturunan,” kata tamu kedua. Setelah memandang kepada tamunya itu, Kyai Kholil menjawab, “Jika kamu ingin punya keturunan, perbanyak baca istighfar,” tandas kyai.
Kini, tiba giliran pada tamu yang ketiga. Kyai juga bertanya, “Sampeyan ada keperluan apa?” “Saya usaha tani, Kyai. Namun, makin hari hutang saya makin banyak, sehingga tak mampu membayarnya, ” ucap tamu yang ketiga, dengan raut muka serius. “Jika kamu ingin berhasil dan mampu melunasi hutangmu, perbanyak baca istighfar,” pesan kyai kepada tamu yang terakhir.
Berapa murid Kyai Kholil yang melihat peristiwa itu merasa heran. Masalah yang berbeda, tapi dengan jawaban yang sama, resep yang sama, yaitu menyuruh memperbanyak membaca istighfar.
Kyai Kholil mengetahui keheranan para santri. Setelah tamunya pulang, maka dipanggillah para santri yang penuh tanda tanya itu. Lalu, Kyai Kholil membacakan al-Qur’an Surat Nuh ayat 10-12.
Mendengar jawaban kyai ini, para santri mengerti bahwa jawaban itu memang merupakan janji Allah bagi siapa yang memperbanyak baca istighfar. Memang benar. Tak lama setelah kejadian itu, ketiga tamunya semuanya berhasil apa yang dihajatkan.
Langganan:
Postingan (Atom)