Pemaparan lebih dalam Gus Nadhir Hosen atas Penjelasan Pak Prof.Mahfud MD tentang HTI
1. Tidak ada sistem baku khilafah. Pernyataan Prof @mohmahfudmd ini benar belaka. Saya ingin eksplorasi lebih jauh dan tunjukkan bukti konkrit inkonsistensi HTI soal sistem khilafah mereka. Monggo disimak sambil nyisir dan nyengir ๐
2. Yg dimaksud sistem pemerintahan plg tdk ada 3 hal dasar: cara khalifah dipilih, bgm strukturnya dan cara pertanggungjawabannya. Ketiga hal ini tdk dinyatakan dg lengkap dan jelas dg kalimat perintah yg bersifat Qath’i dlm Qur’an dan Hadits. Prakteknya berbeda dlm sejarah Islam.
3. HTI menganggap sejarah bukan sumber hukum. HTI mengklaim sistem khilafah berdasarkan Qur’an dan Hadits, bukan berdasarkan sejarah khilafah. Saya akan buktikan bhw klaim HTI ini tidak tepat dg merujuk naskah RUU Khilafah HTI sendiri.
4. Semua ayat Qur’an tentang khalifah tidak ada yang merujuk pada sistem pemerintahan, yang ada hanyalah pada tokoh spt Nabi Adam atau pada generasi. Bukan pada 3 sistem dasar yg saya sebut di point pertama.
5. Ada satu ayat yg sering dijadikan argumen HTI yaitu QS 24:55 dimana Allah menjanjikan umat Islam berkuasa. Ini dipahami HTI sbg munculnya kembali khilafah. Benarkah demikian? Tafsir Ibn Katsir jelas membantah pandangan ini pic.twitter.com/UD4x6Ffun4
6. Menurut Ibn Katsir, janji Allah dlm QS 24:55 telah terpenuhi di jaman salaf. Ayat ini tdk menunjukkan sistem pemerintahan khilafah akan muncul lagi. Lagipula ayat ini bukan ayat hukum. pic.twitter.com/4lEhsAa3PN
7. Hadits sahih mengatakan khalifah hanya 30 tahun. Sdh terpenuhi di masa Sayyidina Hasan menyerahkan jabatan ke Muawiyah. Sementara hadits bh khilafah akan muncul lagi tidak sahih spt saya jelaskan dihttp://nadirhosen.net/tsaqofah/syariah/138-sekali-lagi-soal-hadis-khilafah-ala-minhajin-nubuwwah
8. HTI dalam kitab muqaddimah ad-dustur sudah menuliskan Undang-Undang Negara Khilafah. Isinya menjelaskan 3 hak dasar dalam sistem pemerintahan khilafah. UUD Khilafah ini diklaim berdasarkan Qur’an dan Hadits. Benarkah? Simak terus yuk ๐๐
9. Kitab asli yg ditulis Pendiri hizbut tahrir Taqiyuddin Nabhani ini terus direvisi dan diupdate begitu juga UUD Khilafah mereka. Ini saja bukti bhw sistem negara khilafah tidak baku. Kalau sdh baku ya gak perlu direvisi dong ๐
10. Misalnya kitab ad-Dawlah HTI sudah ditarik, diganti dg kitab mutabanat (rujukan) baru. Dan dalam kitab baru itu, struktur pemerintahan khilafah diluaskan menjadi 13 struktur, yang sebelumnya cuma ada 8.
11. Di kitab Nizamul Islam cetakan kedua, jumlah pasal UUD Khilafah HTI itu 187 pasal, tapi di cetakan keenam jadi 190 pasal. Kok beda? Ini karena ada revisi dan modifikasi. Gak baku kan?!
12. Kalau UUD 1945 diamandemen ya wajar saja. Tapi kalau UUD Khilafah, yg diklaim berdasarkan Qur’an dan Hadits, direvisi terus, maka ini bermasalah. Harusnya sdh mapan dan baku dong?!
13. Lantas kenapa UUD Khilafah HTI itu direvisi dan dimodifikasi? Karena interpretasi mereka bergeser, plus masuk unsur sejarah dan konteks kekinian —sesuatu yg mereka tolak sebelumnya. Buktinya mana? Ikuti terus kultwit ini ๐๐
14. HTI mencantumkan posisi muawwin/wazir dlm UUD Khilafah. Ini gak ada di Quran dan Hadits yg bilang khilafah harus punya wazir. Ini diambil dari dalil umum saat Nabi Musa meminta Harun jadi wazir. Dalil umum ini yg “dipaksa” ditafsirkan sesuai fakta sejarah.
15. Fakta sejarah, posisi resmi wazir gak ada di zaman Nabi dan khulafa ar-rasyidin. Ibn Khaldun dalam kitab “Muqaddimah” jelas2 menyebut lembaga wazirat baru muncul di era Abbasiyyah. Ini artinya HTI pakai sejarah juga kan?! ๐
16. Sekarang kita buktikan ketidakbakuan sistem khilafah dg melihat perbedaan UUD Khilafah HTI versi old dan now ๐ Lihat skrinsut pasal 33 UUD Khilafah yang berbeda yah. pic.twitter.com/VyWFWH4qZ0
17. Nah dalam Muqaddimah ad-dustur Pasal 33 versi old sudah digeser ke Pasal 34 versi now. Ini pasal masalah tata cara pengangkatan khalifah. Bukan saja geser nomor pasal tapi isinya pun berbeda jauh dg pasal 33 sebelumnya.pic.twitter.com/C5jeRsO3mi
18. Kalau dlm pasal 33 UUD Khilafah versi old, khalifah dipilih lewat majelis umat, sedangkan dalam pasal 34 UUD Khilafah versi now, khalifah diangkat lewat proses di mahkamah mazhalim. Kok beda nih? Ini artinya sistem khilafah gak baku sodara-sodara ๐
19. Lha sekarang pertanyaannya teknis detil pengangkatan khalifah dalam UUD Khilafah HTI versi old dan now itu dalil tafshili -nya dari Quran dan Hadits mana? Gak bakal ada. Yg ada dalil umum yg “dipaksa” mengikuti maunya HTI
20. Parahnya lagi, Pasal 34 UUD Khilafah HTI itu yg katanya dari Qur’an dan Hadits ternyata pakai suara terbanyak. Ini sih dalil demokrasi, sodara-sodara. Lho katanya HTI demokrasi itu sistem thogut, kok malah pakai pemilihan suara terbanyak! pic.twitter.com/Q0VDUObllY
21. Contoh lain bgm UUD Khilafah HTI bukan pakai Quran dan Hadits, juga bukan sejarah Islam, tapi mengadopsi demokrasi modern. Pasal 21 ttg Partai Politik. Emangnya parpol sdh ada di jaman Nabi, khulafa ar-rasyidin, umayyah dan abbasiyah? Gimana sih?!pic.twitter.com/g8KBWz9nAB
22. HTI pakai dalil umum lagi utk melegitimasi Pasal 21 UUD Khilafah ttg parpol, yaitu QS 3:104. Gak ada mufassir klasik yg mengaitkan ayat ini dg keberadaan parpol. Coba periksa Tafsir at-Thabari yg saya skrinsut. Lha kok HTI maksa ayat ini dasar adanya parpol dalam Khilafah? pic.twitter.com/pMjFY88oB3
23. Dengan memilih khalifah berdasarkan suara terbanyak dan juga melegitimasi keberadaan parpol, maka UUD Khilafah HTI sudah mengadopsi sistem demokrasi yg mereka anggap thogut dan kufur. Kok malu-malu gini sih? ๐
24. Kenapa HTI mengambil suara terbanyak dan melegitmasi parpol padahal Quran dan Hadits tdk bicara itu? Ini karena HTI malu-malu mengakui bhw penafsiran thd ajaran Islam itu dinamis dan melihat kenyataan yg ada —sesuatu yg selama ini ditolak HTI.
25. Karena tdk ada dalil yg tafshili (terperinci) dlm sistem khilafah, itu sebabnya HTI berusaha keras menyesuaikan paham mereka dg dalil yg bersifat ijmali (umum). Ini artinya tdk ada sistem baku dalam khilafah. Semuanya berdasarkan ijtihad sesuai konteksnya
26. Itu sebabnya saya pernah menulis bhw kajian fiqh siyasah itu seharusnya sangat dinamis. Monggo dibaca catatan saya di sinihttp://nadirhosen.net/kehidupan/negara/71-fiqih-siyasah-yang-sangat-dinamis
27. Terakhir, sistem khilafah dalam panggung sejarah umat adalah bagian dari ijtihad ulama jaman old. Maka ijtihad jaman now dari ulama Indonesia adalah dg menerima Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Ini wilayah ijtihad. Sah!
Sekali Lagi Jangan Mau Di Bohongi Khilafah Politik Versi Ala HTI.
#NU
Kegiatan Santri di Pondok Pesantren Ali Maksum, Krapyak Yogyakarta
Rabu, 13 Desember 2017
Sabtu, 09 Desember 2017
ONE DAY ONE HADIST,Yakin dan Tawakal
Ahad, 10 Desember 2017/ 21 Rabi'ul Awal 1439
Yakin dan Tawakal
ุนู ุฃุจู ูุฑูุฑุฉَ ุฑุถู ุงููู ุนูู ุนู ุงَّููุจّู ุตูู ุงููู ุนููู ูุณูู َูุงَู: ((َูุฏْุฎُُู ุงูุฌََّูุฉَ ุฃَْููุงู ٌ ุฃْูุฆِุฏَุชُُูู ْ ู ِุซُู ุฃْูุฆِุฏَุฉِ ุงูุทَّูุฑِ)). ุฑูุงู ู ุณูู .
ููู: ู ุนูุงู ู ุชููููู، ูููู: ูููุจูู ุฑََูููุฉٌ.
ูุฐุง ุงูุญุฏูุซ ุฃุตٌู ุนุธูู ูู ุงูุชููู.
Dari Abu Hurairah r.a. dari Nabi s.a.w., sabdanya:
"Masuklah ke dalam syurga itu para kaum yang hatinya seperti hati burung." (Riwayat Muslim)
Ertinya kata-kata di atas itu disebutkan: Bahawasanya mereka itu sama bertawakkal. Juga dapat diertikan: bahawasanya hati mereka itu lemah lembut.
Pelajaran yang terdapat dalam hadits:
1- Tawakkal realisasinya, bersandar hanya kepada Alloh dalam mengambil maslahat dan menolak madhorot.
2- Ringkasnya tawakkal tanpa usaha lebih dulu adalah salah dan keliru menurut pandangan Islam.
Jikalau kita sudah dapat meletakkan arti tawakkal pada garis yang sebenarnya, maka sangat sekali dipuji dan pasti kita tidak akan kekurangan rezeki, sebab Allah Ta'ala akan menjamin bahawa kita akan diberi bahagian rezeki kita masing-masing sebagaimana halnya burung yang pergi pagi-pagi dalam keadaan kosong perut, sedang pada petang harinya telah menjadi kenyang.
Selain itu Allah berfirman bahawa sifat-sifat kaum mu'minin itu di antaranya ialah selalu bertawakkal kepada Allah Ta'ala dengan pengertian tawakkal yang tidak disalah-mengertikan.
3- Banyak sekali orang yang salah mengerti dalam melaksanakan ketawakkalan kepada Allah Ta'ala itu. Ada yang berpendapat, tawakkal ialah menyerah bulat-bulat kepada Tuhan tanpa berbuat daya-upaya dan usaha untuk mencari mana-mana yang baik dan menyebabkan kebahagiaan. Ringkasnya enggan berikhtiar atau menyingsingkan lengan baju. Anehnya ia meminta yang enak-enak belaka. Orang semacam di atas itu rupanya berpendapat, bahawa tidak perlu ia belajar, jika Tuhan menghendaki ia menjadi orang pandai, tentu pandai juga nantinya. Juga tidak perlu bekerja, jika Tuhan menghendaki ia menjadi kaya, tentu kaya juga nantinya. Atau ketika sakit, tidak perlu ia berubat, jika Tuhan menghendaki sembuh tentu sihat kembali pula. Semuanya itu samalah halnya dengan orang yang sedang lapar, sekalipun macam-macam makanan di hadapan mukanya, tetapi ia berpendapat, jika Tuhan menghendaki kenyang, tanpa makan pun akan menjadi kenyang juga. Cara berfikir semacam di atas itu, apabila diterus-teruskan, pasti akan membuat kesengsaraan diri sendiri, bahkan merosak akalnya sendiri.
4- Adapun maksud tawakkal yang diperintahkan oleh agama itu ialah menyerahkan diri kepada Allah sesudah berdaya-upaya dan berusaha serta bekerja sebagaimana mestinya. Misalnya meletakkan penyelak di muka rumah, setelah dikunci baik-baik, lalu bertawakkal. Ertinya apabila setelah dikunci itu masih juga hilang umpama dicuri orang, maka dalam pandangan agama orang itu sudah tidak bersalah, sebab telah melakukan ikhtiar supaya jangan sampai hilang.
Tema hadist yang berkaitan dengan Al-Quran:
- Orang yang bertawakal kepada Alloh maka ia berhak mendapatkan janjiNya.
ََููุฑْุฒُُْูู ู ِْู ุญَْูุซُ َูุง َูุญْุชَุณِุจُ ۚ َูู َْู َูุชَََّْููู ุนََูู ุงَِّููู ََُููู ุญَุณْุจُُู ۚ ุฅَِّู ุงََّููู ุจَุงِูุบُ ุฃَู ْุฑِِู ۚ َูุฏْ ุฌَุนََู ุงَُّููู ُِِّููู ุดَْูุกٍ َูุฏْุฑًุง
Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.
[Surat Ath-Thalaq 3]
Rabu, 06 Desember 2017
STOP membongkar membongkar kejelekan orang lain,ONE DAY ONE HADITS
ONE DAY ONE HADITS
*Anda sering M3NCACI MAKI,menghina dll di whatsup dengan sesama anggota grup karena perbedaan sepele?*perhatikan hadits ini๐
ุนَْู ุฃَุจِู ُูุฑَْูุฑَุฉَ
ุฃََّู ุฑَุณَُูู ุงَِّููู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู َ َูุงَู ุงْูู ُุณْุชَุจَّุงِู ู َุง َูุงَูุง َูุนََูู ุงْูุจَุงุฏِุฆِ ู َุง َูู ْ َูุนْุชَุฏِ ุงْูู َุธُْููู ُ
Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila ada dua orang yang saling mencaci-maki, maka cacian yang diucapkan oleh keduanya itu, dosanya akan ditanggung oleh orang yang memulai cacian selama orang yang dizhalimi itu tidak melampaui batas." HR.Muslim 4688
⛔ STOP membongkar membongkar kejelekan orang lain*bongkarlah dan ingetlah kebaikan orang lain walau walau sebiji sawi * ⛔
Dari Hadist tsb, sudah cukup bagi kita untuk tidak mudah terpancing dan tersulut apabila ada orang tidak menghargai kita.
Tidak perlu mengharap penilaian orang lain, berharaplah penilaian dari Allah tok...kalau tidak maka masih tertipu oleh syetan...bahayanya klau melampaui batas karena pasang ego bisa berbuat lebih parah dari yg menghinanya
Diatas langit ada langit, dibawah bumi ada bumi...apa untungnya membongkar kejelekan orang lain kecuali mengambil hikmah agar lebih baik dihadapan Allah. Selebihnya bisa GHIBAH FITNAH.
Apa untungnya kita emosi JIKA DIRENDAHKAN ORANG LAIN bukannya malah untung kalau kita tidak emosi. pahala orang yg menghina diberikan Allah kpd yg dihina, dosa2 yg dihina diambil oleh penghina
SABAR TAK ADA BATASNYA
๐
Selasa, 05 Desember 2017
ADA YANG BISA SAYA BANTU?
ADA YANG BISA SAYA BANTU?
Pernah suatu hari, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas masuk ke suatu kantor. Kemudian beliau ditanya oleh satpam kantor.
Satpam : "Ada yang bisa saya bantu pak?"
.
Ustadz Yazid kemudian memanggil kedua satpam tersebut sambil berkata...
.
"Saya mau tanya sama bapak berdua...Bapak pernah gak mengucapkan kalimat ini kepada kedua orang tua bapak?"
.
Satpam : "Belum pernah pak..."
.
__
.
Sering kali, seseorang itu lebih 'care' pada orang lain tapi lupa pada keluarga sendiri...
Yang benar adalah keluarga terdekat dahulu baru orang lain...
.
Apakah Kita Termasuk Anak Shaleh Dan Shalehah
Jika kamu mendoa'akan orang tuamu, maka kamu termasuk anak shaleh dan shalehah, hal itu berdasarkan hadits...
.
...ุฃู ููุฏ ุตุงูุญ ูุฏุนู ูู
.
"...Atau anak shaleh yang mendoakan orang tuanya".
(HR. Muslim)
Kalau kamu melupakan orang tuamu, maka kamu bukan termasuk anak shaleh dan shalehah sesuai dengan kadarmu dalam melupakannya.
Oleh karena itu perbanyak doa:
.
ุฑุจ ุงุบูุฑ ูู ู ููุงูุฏู...
.
"Ya Rabb, ampuni aku dan kedua orang tuaku..."
.
Karena hal itu menghimpun dua ibadah;
.
1. Berbakti kepada orang tua
2. Beristighfar
Maka jangan lupa untuk mendoakan orang tua kita, agar kita menjadi anak shaleh dan shalehah.
.
✏ Ustadz Fuad Hamzah Baraba
.
Via Akhi Dede Abu Satria
[Copas&PostedBy Fp Ittiba' Rasulullah ].
Pernah suatu hari, Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas masuk ke suatu kantor. Kemudian beliau ditanya oleh satpam kantor.
Satpam : "Ada yang bisa saya bantu pak?"
.
Ustadz Yazid kemudian memanggil kedua satpam tersebut sambil berkata...
.
"Saya mau tanya sama bapak berdua...Bapak pernah gak mengucapkan kalimat ini kepada kedua orang tua bapak?"
.
Satpam : "Belum pernah pak..."
.
__
.
Sering kali, seseorang itu lebih 'care' pada orang lain tapi lupa pada keluarga sendiri...
Yang benar adalah keluarga terdekat dahulu baru orang lain...
.
Apakah Kita Termasuk Anak Shaleh Dan Shalehah
Jika kamu mendoa'akan orang tuamu, maka kamu termasuk anak shaleh dan shalehah, hal itu berdasarkan hadits...
.
...ุฃู ููุฏ ุตุงูุญ ูุฏุนู ูู
.
"...Atau anak shaleh yang mendoakan orang tuanya".
(HR. Muslim)
Kalau kamu melupakan orang tuamu, maka kamu bukan termasuk anak shaleh dan shalehah sesuai dengan kadarmu dalam melupakannya.
Oleh karena itu perbanyak doa:
.
ุฑุจ ุงุบูุฑ ูู ู ููุงูุฏู...
.
"Ya Rabb, ampuni aku dan kedua orang tuaku..."
.
Karena hal itu menghimpun dua ibadah;
.
1. Berbakti kepada orang tua
2. Beristighfar
Maka jangan lupa untuk mendoakan orang tua kita, agar kita menjadi anak shaleh dan shalehah.
.
✏ Ustadz Fuad Hamzah Baraba
.
Via Akhi Dede Abu Satria
[Copas&PostedBy Fp Ittiba' Rasulullah ].
Minggu, 03 Desember 2017
JANGAN HANCURKAN ISLAM DENGAN SIKAPMU YANG EGOIS, KEKANAK-KANAKAN DAN TIDAK DEWASA
======================
๐ฝ JANGAN HANCURKAN ISLAM DENGAN SIKAPMU YANG EGOIS, KEKANAK-KANAKAN DAN TIDAK DEWASA !
======================
* Renungan dari KH. Mushtofa Bishri (Gus Mus, Rembang)
Saya kadang merasa aneh melihat saudara saya *umat Islam yang memiliki sifat seperti anak-anak, ingin menang sendiri, mudah marah dan memaksakan kehendaknya agar orang lain sama dengan dirinya.
Padahal Al Quran sudah mengatakan untuk *Berbuat Adil karena itu bisa mendekatkan kepada ketaqwaan.
Tapi begitulah sifat anak2, kadang tidak bisa menerima nasehat yang baik sekalipun untuk dirinya sendiri.
Ateis dimusuhi, karena tidak bertuhan.
Bertuhan dimusuhi, karena tuhannya beda.
Tuhannya sama, dimusuhi, karena nabinya beda.
Nabinya sama, dimusuhi, karena alirannya beda.
Alirannya sama, dimusuhi, karena pendapatnya beda.
Pendapatnya sama, dimusuhi, karena partainya beda.
Partainya sama, dimusuhi, karena pendapatannya beda.
Apa kamu mau hidup sendirian di muka bumi ini, untuk memuaskan nafsu2 keserakahanmu ?
Kau tahu apa yang dilakukan Sayyidul Wujud Muhammad SAW pada seorang Yahudi tua yang tiap hari meludahi & melempari kotoran pada Nabi ?
Nabi jenguk dan doakan Sang Yahudi tsb, ketika Si Yahudi itu sakit.
Kau tahu apa yang dilakukan Muhammad pada seorang Yahudi buta yang tiada hari tanpa mencaci Muhammad ? Nabi suapi setiap hari Si Yahudi tsb dengan tangannya sendiri yang mulia, tanpa Sang Yahudi tsb tahu bahwa yang menyuapinya adalah Muhammad yang selalu ia caci.
Itulah Islam !!!. *Ber-Islamlah seperti Islam-nya Muhammad SAW, bukan Islam ala egomu sendiri yang sangat egois !
Jangan sampai kau hanya ber-Islam, tapi kau malah kehilangan Muhammad-mu.
Jangan lemahkan Islam yang kuat, dengan tindakan kerdilmu.
Jangan hinakan Islam yang suci dengan perbuatan nistamu !.
Monggo dishare, siapa tahu ada yang mendapat hidayah-Nya lewat share ini, aamiin....
======== ๐ ========
๐ฝ JANGAN HANCURKAN ISLAM DENGAN SIKAPMU YANG EGOIS, KEKANAK-KANAKAN DAN TIDAK DEWASA !
======================
* Renungan dari KH. Mushtofa Bishri (Gus Mus, Rembang)
Saya kadang merasa aneh melihat saudara saya *umat Islam yang memiliki sifat seperti anak-anak, ingin menang sendiri, mudah marah dan memaksakan kehendaknya agar orang lain sama dengan dirinya.
Padahal Al Quran sudah mengatakan untuk *Berbuat Adil karena itu bisa mendekatkan kepada ketaqwaan.
Tapi begitulah sifat anak2, kadang tidak bisa menerima nasehat yang baik sekalipun untuk dirinya sendiri.
Ateis dimusuhi, karena tidak bertuhan.
Bertuhan dimusuhi, karena tuhannya beda.
Tuhannya sama, dimusuhi, karena nabinya beda.
Nabinya sama, dimusuhi, karena alirannya beda.
Alirannya sama, dimusuhi, karena pendapatnya beda.
Pendapatnya sama, dimusuhi, karena partainya beda.
Partainya sama, dimusuhi, karena pendapatannya beda.
Apa kamu mau hidup sendirian di muka bumi ini, untuk memuaskan nafsu2 keserakahanmu ?
Kau tahu apa yang dilakukan Sayyidul Wujud Muhammad SAW pada seorang Yahudi tua yang tiap hari meludahi & melempari kotoran pada Nabi ?
Nabi jenguk dan doakan Sang Yahudi tsb, ketika Si Yahudi itu sakit.
Kau tahu apa yang dilakukan Muhammad pada seorang Yahudi buta yang tiada hari tanpa mencaci Muhammad ? Nabi suapi setiap hari Si Yahudi tsb dengan tangannya sendiri yang mulia, tanpa Sang Yahudi tsb tahu bahwa yang menyuapinya adalah Muhammad yang selalu ia caci.
Itulah Islam !!!. *Ber-Islamlah seperti Islam-nya Muhammad SAW, bukan Islam ala egomu sendiri yang sangat egois !
Jangan sampai kau hanya ber-Islam, tapi kau malah kehilangan Muhammad-mu.
Jangan lemahkan Islam yang kuat, dengan tindakan kerdilmu.
Jangan hinakan Islam yang suci dengan perbuatan nistamu !.
Monggo dishare, siapa tahu ada yang mendapat hidayah-Nya lewat share ini, aamiin....
======== ๐ ========
Langganan:
Postingan (Atom)