Kamis, 01 Februari 2018

PELANTIKAN PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA KABUPATEN BANYUMAS MASA KHIDMAT 2018 -2023

Petikan SK PBNU
Nomor : 207/A.II.04.d/01/2018
Tanggal : 3 Jumadil Awal 1439 H / 20 Januari 2018 M

SUSUNAN PENGURUS CABANG NAHDLATUL ULAMA KABUPATEN BANYUMAS MASA KHIDMAT 2018 - 2023

Mustasyar :
1. KH. Abdul Hamid Rusydi
2. DR. KH. Chariri Shofa, M.Ag.
3. KH. Zaenurrohman Al khafid
4. KH. Ahmad Shobri
5. KH. Nurul Huda
6. Habib Muhammad Al Habsy
7. Habib Ahmad Alatas

SYURIAH
Rois Syuriah : KH. Drs. Mughni Labib, M.S.I.
Wakil Rois : KH. Drs. Taefur Arafat, M.Pd.I.
Wakil Rois : KH. Drs. Hisyam Thontowi, M.Si
Wakil Rois : KH. Drs. Atabik Yusuf Zuhdi
Wakil Rois : KH. Nur Chafidz
Wakil Rois : KH. Mahfudz Sholeh

Katib : KH. Drs. Ansori, M.Ag.
Wakil Katib : KH. Drs. Akhsin Aedi Fanani, M.Ag.
Wakil Kayib : KH. Khotmil Kirom, S.Sos.I.
Wakil Katib : KH. Maulana A. Hasan, S.Pd.I.
Wakil Katib : KH. Ahmad Nadzir Ghozali
Wakil Katib : KH. Muhyidin Dawoed, Lc, M.Ag.

A'wan :
1. KH. Ahmad Dzuhroni
2. Kyai Thoifur Anwar
3. KH. Ahmad Muhail
4. DR. Ir. H. Achmad Iqbal, M.Si.
5. Prof. DR. Ir. Akhmad Shodiq, M.Sc.Agr
6. H. Abdullah Sutarno
7. KH. Zuhdi Azhari, SH
8. Kyai Slamet Subkhi
9. Kyai Muh. Rifqi Musthofa

TANFIDZIYAH
Ketua : H. Sabar Munanto, M.Pd.I.
Wakil Ketua : DR. H. Ahmad Luthfi Hamidi, M.Ag.
Wakil Ketua : Drs. H. Imam Hidayat, M.Pd.I.
Wakil Ketua : H. Suherman, SH
Wakil Ketua : Sudir, S.Ag. M.Si.
Wakil Ketua : KH. Abdul Rozak

Sekretaris : Muhammad Ridwan, S.Pd.I
Wakil Sekretaris : Amin Makhasin, S.Ag.
Wakil Sekretaris : Drs. H. Fuad Hasyim, M.Si
Wakil Sekretaris :  Akhmad Thontowi, M.Pd.I.
Wakil Sekretaris : Drs. Mukhtarom, M.S.I.
Wakil Sekretaris : Muslih, S.Ip. M.Si.

Bendahara : H. Ansori Trisno Hartowo
Wakil Bendahara : H. Amin Nur Saad
Wakil Bendahara : Muhsin, S.Pd.I. M.Pd.
Wakil Bendahar : H. Amrin Ma'ruf, S.Sos. M.Si.



Rabu, 31 Januari 2018

Mengapa Saya Perlu Fanatik NU,HARLAH NU KE 92

Mengapa Saya Perlu Fanatik NU?

HARLAH NU KE 92

Orang boleh bilang, NU hanya organisasi, kenapa harus Fanatik NU?

Boleh saja orang bilang begitu, jika dia tidak sadar sejarah, tidak sadar  khazanah keilmuan Islam di Nusantara, jika tidak tahu kearifan muslim Nusantara, jika tidak memahami "partarungan" yg nyaris merobohkan Indonesia...

Pertama Sejarah:

A

Pada tahun 1924-1925 keluarga Saud menaklukkan Hijaz. Mereka melarang selain mazhab Hambali berlaku di Makah dan Madinah. Ini terjadi intoleransi  yg akut.
Komite Hijaz (cikal bakal NU) meminta raja Saud agar mazhab Hanafi, Maliki dan Syafi'i dibolehkan di Haromain.

Dalam rangka "pemurnian Islam" wahabi membongkar situs-situs Islam, seperti makam para Sohabat, para wali. Bahkan kubah makam Rasululloh SAW pun hendak mereka bongkar, namun tidak jadi karena perjuangan NU.

B

Sejarah kemerdekaan Indonesia tidak lepas dari mobilitas masa yg menjadi milisi dan pejuang kemerdekaan, oleh kiyai kiyai Pesantren NU.
Sudah jadi rahasia umum: Siapa penggerak resolusi jihad yg menimbulkan perang akbar melawan sekutu di Surabaya 10 November? Bung Tomo itu santri NU.

C

Pada tahun 1960 Bung Karno mengakomodasi PKI dalam politik NASAKOM  (Nasionalisme, Agama, Komunis). Nasionalis diwakili PNI, Komunis diwakili PKI dan agama diwakili NU.
Semua organisasi agama saat itu tidak mau gabung Nasakom. Alasannya: Politik sesat dan membahayakan.
NU tahu itu. Tapi kalau dibiarkan komunis menempel bung Karno, siapa yg akan menghalangi dan meminimalisir??

Maka NU walau pun waktu itu KH Syaekhu difitnah penjilat pantat Soekarno. Terus menempel Soekarno. Alasannya sangat ushuli:

 ارتكاب أخف الضررين
"Memilih kemadaratan yg minim dari dua madarat."

Ternyata cukup berhasil.

D

Di era ORBA, NU awalnya bernafas lega bisa join dg regim Soeharto, setelah bersama ABRI menghabisi PKI. Tapi ternyata pahit. Soeharto banyak menghabisi NU. Mencurigai NU yg jadi lumbung partai PPP, dan anti GOLKAR partai pemerintah. Banyak muballig NU yg ditangkap karena kritis pada pemerintah.
Baru pada tahu 90-an Soeharto mendekati NU karena ditinggalkan Amerika, paska bubarnya Uni Sovyet.
Dan di awal tahun 80-an saat deparpolisasi, NU lah yg pertama menerima asas tunggal PANCASILA.

E

Ketika reformasi bergulir, Indonesia oleh Barat nyaris dikatakan bubar. Kepemimpinan BJ Habibi membuat desintegrasi; lepasnya Timor Leste.

Gus Dur jadi presiden dg jurus jurus "dewa mabuk" sulit dipahami rakyat. Tapi ia menyelamatkan Indonesia tetap menjadi Indonesia. Sekarang terasa ketika Gus Dur tiada: Syi'ah sulit dikendalikan, radikalisme merangkak membengkak, kristenisasi semakin marak. Gus Dur menghentikan syi'ah dengan kata-kata: "Syi'ah itu NU plus imamah, NU itu syi'ah minus imamah". (hingga orang syi'ah tertipu dg tdk mau dakwah syi'ah). Kristenisasi dibendung dg tipuan Gus Dur: semua agama benar (para misionaris kendur dlm misi kristenisasinya). Itulah Gus Dur...

Era Jokowi

Radikalisme mengancam NKRI semakin terasa dan memfakta. Pemerintah berlindung kepada NU. Dan NU kembali dirasakan kehadirannya.

Hari Ini

Hari ini berbondong bondong dari berbagai negara datang: ingin belajar berislam alaa NU. Karena Islam di Timur Tengah rentan dengan konflik. Gampang dibikin jadi pemberontak terhadap pemerintahnya yg sah contoh: Suriah, Irah, Libya, Yaman, dan yg "hanet hanet jahe" di Saudi, Mesir dll...
Pulang: mereka mendirikan NU. Sudah lebih 46 cabang NU di luar negeri. Bahkan Singapura pun datang bertanya menelisik ttg Islam alaa NU.

Khazanah Keilmuan NU

Di manakah pusat NU?
Di semua Pesantren NU!!!
Di sana diajarkan kitab-kitab keislaman berstandar Sunni Internasional:
Jurumiyah, Kailani, Alfiyah, Jauhar Maknun, Mugni Labib, Sulam Munauroq. Waroqot, Jam'ul Jawami. Ihya Ulumidin, Hikam, Jalalain dll sudah jadi khas kitab kitab Pesantren NU.
Dan kitab-kitab tersebut jadi pegangan pula di Universitas al Azhar Mesir.
Oleh karena itu, maka ketika mutamar NU, datanglah mbah mbah ulama Timur Tengah: Syeikh Wahbah Zuhaili imam Nawawinya jaman now pun datang, dan juga syeikh syiekh lainnya.
Apa Anda meragukan keilmuan orang NU dalam keilmuan Islam??? Cari ormas selain NU di Indonesia yg mengajarkan dan cakap baca kitab Jam'ul Jawami imam Subki?

Kiyai-kiyai kita pada cakap ilmu ilmu nahwu, sorof, balaghoh, ushul fiqih, mantiq, fiqih dan tafsir: ilmu syari'at. Lalu mereka mengamalkan dengan ilmu hakikat, thoriqoh, ilmu tasawwuf... Mereka orang NU. Dan saya sadar jika harus mempertahankan dan membela NU...

NU adalah perahu besar. Kata santri Jombang: KH Hasyim Asy'ari sebelum mendirikan NU, solat istikhoroh 3 tahun!!!

Selamat HARLAH NAHDLOTUL ULAMA ke 92

Ulama adalah pewaris para Nabi, kami mengikutimu, mendoakanmu dan di belakangmu!!

# iyer

Kita pernah punya pusat pendidikan dunia di kerajaan Sriwijaya.

Kita pernah punya pusat pendidikan dunia di kerajaan Sriwijaya.

Hampir semua orang Budha dunia belajar di sana.

Gus Muwafiq, jika tidak salah dengar dari cermah2 beliau, pusat pendidikan Sriwijaya itu kelanjutan warisan ilmu dan budaya Majapahit: Negarakertagama utk hukum dan tata negara.
Sutasoma untuk sosial budaya.

Majapahit. melanjutkan tradisi Mataram Hindu-Budha yang mewariskan Borobudur dan Prambanan.

Negarakertagama dipelajari Belanda, dan menjadikannya negara dengan hukum terbaik.
Mahkamah Internasional pun ada di sana.

Masih dari Gus Muwafiq.
Iptek & budaya Jawa sesungguhnya tidak kalah dengan luar.
Perlu ilmu metalurgi (setara kemampuan Empu Gandring) untuk membuat seperangkat gamelan.
Teknologi musik yang mengungguli alat2 musik mana pun.

Kekayaan kosa kats jawa dan peringkat kromo inggil, madyo, ngoko sangat cocok dengan tuntutan Islam untuk tawadlu'.

Belum kulinernya. Belum fashionnya. Belum aneka kekayaan musik suku2 bangsanya. Indonesia sangat kaya.
Arab, Eropa, Amerija satu nama didukung banyak negara.
Indonesia, satu negara, yang menyangga banyak (suku) bangsa dan bahasa.

Juga Islam. Bentuk interaksi Islam Arab dengan budaya masyarakat jawa sebelumnya (yang telah membuat Hindu Budha hidup megah di sini) juga telah membuat Islam penuh warna-warni di sini, yang lebih indah dari tempat asalnya lahir.

Merekalah yang perlu belajar kesini.

#Menirukan ceramah2 yang membanggakan Jawa Indonesia dari beliau.

Senin, 29 Januari 2018

Menymbut GERHANA BULAN TOTAL


Sesuai Maklumat LEMBAGA FALAKIYAH Pengurus Besar Nahdlatul Ulama

Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ ، لاَ يَنْخَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلاَ لِحَيَاتِهِ ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَادْعُوا اللَّهَ وَكَبِّرُوا ، وَصَلُّوا وَتَصَدَّقُوا

Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda di antara tanda-tanda kekuasaan Allah. Gerhana ini tidak terjadi karena kematian seseorang atau lahirnya seseorang. Jika melihat hal tersebut maka berdoalah kepada Allah, bertakbirlah, kerjakanlah salat dan bersedekahlah.

RABU, 31 JANUARI 2018
akan terjadi gerhana bulan total dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia.

Sumber Waktu Sholat Fardhu: Badan Hisab Rukyat Kementerian Agama RI

17:51 WIB (menjelang Maghrib): Awal Fase Penumbra (samar-samar)

17.58 WIB: Adzan Maghrib, Iqomah, Sholat Maghrib berjama’ah, dan Wirid/Zikir.

18:48 WIB: Mulai Mengumandangkan Gema Takbir (karena bayangan gelap mulai masuk: Awal Umbra).

19.11 WIB: Adzan Isya, Iqomah, Sholat Isya berjama’ah, dan Wirid/Zikir.

19:45 WIB (bakda salat Isya) Melanjutkan Gema Takbir.

20:30 WIB: Waktu Salat Gerhana (KhusyufilQamar) berjama’ah untuk wilayah Jakarta dan sekitarnya secara serentak (karena Bulan mengalami kegelapan dalam keadaan tertutup total berwarna merah dengan ukuran 14% lebih besar, jarak Bulan berada paling dekat dengan Bumi,- terjadi pasang air laut menuju daratan)

20:45 WIB: Khutbah Gerhana (Tema bahwa Gerhana Bulan Total merupakan Kebesaran dan Kekuasaan Allah,- dapat disampaikan pula syari’at dan hakikat gerhana pada zaman Rasulullah SAW).

21:30 WIB: bisa diisi acara pengumpulan dan pembagian sadaqah

21:35 WIB: Melanjutkan Gema Takbir hingga Gerhana terbuka kembali bersinar secara sempurna yang berakhir pada pukul 22:11 WIB (Akhir Umbra) atau bisa berakhir dengan memperbanyak takbir, dan istighfar hingga pukul 23.08 WIB.

23:08 WIB: Akhir Penumbral (Bulan Bersih Bersinar)

Untuk itu, kepada seluruh Kaum Muslimin Wal Muslimah dihimbau untuk:
1. Mengumandangkan Gema Takbir sebagaimana Lafadz Takbir Hari Raya.
2. Menyeru Salat berjama'ah dengan lafadz "Asholatu Jami'ah".
3. Solat Gerhana Bulan (salat KhusyufilQamar Qamar) dgn 2 rokaat, setiap rokaat 2 kali ruku, 2 kali baca Al-Fatihah dan Surah Pilihan, dan 2 kali sujud.
4. Khotib berkhutbah gerhana dengan Tema Gerhana sebagai Kebesaran dan Kekuasaan Allah.
5. Memperbanyak Takbir, Tahlil, Tahmid, dan Istighfar.
6. Mengumpulkan dan membagikan Sodaqoh.
7. Mengumandangkan Gema Takbir hingga gerhana nampak terbuka bersih bersinar kembali.
8. Bersyukur kepada Allah  setelah Gerhana kembali terbuka bercahaya.

SHARE INFORMASI INI kepada grup-grup lain.