Biar tdk tersesat di lembah belantara dunia maya, pastikan yg anda jelajahi adalah diantara situs situs ini
Inilah situs Aswaja/NU yang perlu dibaca: buat informasi muslim..bisa untuk menambah wawasan dan rujukan berita berita yang benar dalam menangkal islam radikal ...
http://www.tasamuh.id
http://www.nu.or.id
http://www.wongsantun.com
http://www.dutaislam.com
http://www.santrimenara.com
http://www.nujepara.or.id
http://www.nukudus.com
http://www.jombang.nu.or.id
http://www.pwnudiy.or.id
http://www.pwnujatim.or.id
http://www.unisnu.ac.id
http://www.mediasantrinu.com
http://www.ansorjateng.net
http://www.ansorjatim.or.id
http://www.metroislam.com
http://www.santrigusdur.com
http://www.gusdurfiles.com
http://www.habibluthfi.net
http://www.suarasantri.net
http://www.suarapesantren.net
http://www.aswajanu.com
http://www.aswajacenter.com
http://www.aswajanucenterjatim.com
http://www.cyberdakwah.com
http://www.dinulqoyim.com
http://www.elhooda.net
http://www.nujateng.com
http://www.soearamoeria.com
http://www.liriksolawat.blogspot.com
http://www.wartaislami.com
http://www.infoindonesiakita.com
http://www.islam-institute.com
http://www.islamuna.info
http://www.kabarislamia.com
http://www.madinatuliman.com
http://www.majelis.info
http://www.majelisrasulullah.org
http://www.moslemwiki.com
http://www.media-islam.or.id
http://www.moslemforall.com
http://www.mosleminfo.com
http://www.muslimedianews.com
http://www.muslimoderat.com
http://www.arrahmah.co.id
http://www.islamsantri.com
http://www.alfikr.com
http://www.syekhermania.or.id
http://www.bersamaislam.com
http://www.kalamulama.com
http://www.seputarmu.com
http://www.tebuireng.org
http://www.neverblast.id
http://www.sekolahprogresif.sch.id
http://www.lirboyo.net
http://www.pondoktremas.com
http://www.pesantrenvirtual.com
http://www.piss-ktb.com
http://www.ppmmiftahulkhoir.com
http://www.santri.net
http://www.santrinews.com
http://www.santrionline.net
http://www.sarkub.com
http://www.suara-muslim.com
http://www.liputanislam.com
http://www.islami.co
http://www.islamnusantara.com
http://www.islam-institute.com
http://www.cahayanabawiy.com
http://www.satuislam.org
http://www.serambimata.com
http://www.hikmahislam.com
http://www.rumah-islam.com
http://www.kanzunqalam.com
http://www.majalahlangitan.com
http://www.auleea.com
http://www.alfachriyah.org
http://www.sufinews.com
http://www.nukhatulistiwa.com
http://www.salamsantri.com
http://www.salafynews.com
http://www.matancirebon.com
http://www.matanciputat.com
http://www.jalansurga.com/
http://www.aswj-rg.com
http://www.ngaji.web.id
http://www.dakwah.web.id
http://www.nubogortimur.com
https://imnu.or.id
Silahkan sebarkan ke grup-grup NU.
Kegiatan Santri di Pondok Pesantren Ali Maksum, Krapyak Yogyakarta
Jumat, 03 Mei 2019
Minggu, 28 April 2019
Kajian Hadits Sohih Muslim,KH Ahmad Marwazie,Ponpes Al Hikam Hasyim Muzadi Depok P1
Kajian Hadits Sohih Muslim,KH Ahmad Marwazie,Ponpes Al Hikam Hasyim Muzadi Depok P1
Kajian Hadits Sohih Muslim,KH Ahmad Marwazie,Ponpes Al Hikam Hasyim Muzadi Depok P2
Kajian Hadits Sohih Muslim,KH Ahmad Marwazie,Ponpes Al Hikam Hasyim Muzadi Depok P2
Jumat, 19 April 2019
Rukyatul Hilal Penentuan Awal bulan Sya'ban 1440 H
Assalamualaikum wr wb.
IKHBAR.
Awal bulan SYA'BAN 1440 H bertepatan dengan AHAD PAHING (mulai malam Ahad), 7 April 2019, atas dasar ISTIKMAL karena tidak ada perukyat yang dapat melihat hilal pada Jum'at petang. Diantara sebagian tim rukyat yang telah melaporkan, kami sertakan dalam catatan di bawah ikhbar sebagai dasar penetapan.
Terimakasih atas isytirok (partisipasi) dan isham (kontribusi) Nahdliyyin.
PBNU
Lembaga Falakiyah
Ketua,
(KH. A. Ghazalie Masroeri)
====================
Catatan:
- Mohon bisa mensyiarkan ikhbar ini ke segenap nahdliyin.
- Laporan Rukyatul Hilal Penentuan Awal bulan Sya'ban 1440 H
pada Jumat 29 Rajab 1440H (5 April 2019 TU) oleh tim perukyat Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia, antara lain:
1. Blitar (Jawa Timur) - ust Bahrul - hilal tidak teramati - mendung tebal.
2. Condrodipo Gresik (Jawa Timur) - kyai Muhyidin Hasan - hilal tidak teramati - hujan.
3. Ponorogo (Jawa Timur) - ust Ahmad Junaidi - hilal tidak teramati - hujan.
4. Pangandaran (Jawa Barat) - ust Ayi Faisal Tasikmalaya - hilal tidak teramati - mendung tebal.
5. Jepara (Jawa Tengah) - ust Muyassir - hilal tidak teramati - cuaca tanpa keterangan
6. Kudus (Jawa Tengah) - H Joko Prasetiyo - hilal tidak teramati - berawan sebagian.
7. Semarang (Jawa Tengah) - KH Slamet Hambali - hilal tidak teramati - hujan.
8. Jakarta Barat (DKI Jakarta) - ust Syamsuddin - hilal tidak teramati - mendung.
9. Lereng Gn. Pandan Madiun (Jatim) - ust. Muhson Taufiq - hilal tidak teramati - mendung
10. Selayar (Sulawesi Selatan) - ust Rajamuda Lologau - hilal tidak teramati - berawan.
11. Bukit Sukuh Ngargoyoso, Karanganyar (Jateng) - Ust. Ahmad Nurrochim - hilal tidak teramati - mendung
Mlm Nisfu Sya'ban 1440 H bertepatan hari Sabtu mlm Ahad tgl 20 April 2019
Jakarta, 5 April 2019
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Lembaga Falakiyah
Koordinator Rukyat_
IKHBAR.
Awal bulan SYA'BAN 1440 H bertepatan dengan AHAD PAHING (mulai malam Ahad), 7 April 2019, atas dasar ISTIKMAL karena tidak ada perukyat yang dapat melihat hilal pada Jum'at petang. Diantara sebagian tim rukyat yang telah melaporkan, kami sertakan dalam catatan di bawah ikhbar sebagai dasar penetapan.
Terimakasih atas isytirok (partisipasi) dan isham (kontribusi) Nahdliyyin.
PBNU
Lembaga Falakiyah
Ketua,
(KH. A. Ghazalie Masroeri)
====================
Catatan:
- Mohon bisa mensyiarkan ikhbar ini ke segenap nahdliyin.
- Laporan Rukyatul Hilal Penentuan Awal bulan Sya'ban 1440 H
pada Jumat 29 Rajab 1440H (5 April 2019 TU) oleh tim perukyat Lembaga Falakiyah Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia, antara lain:
1. Blitar (Jawa Timur) - ust Bahrul - hilal tidak teramati - mendung tebal.
2. Condrodipo Gresik (Jawa Timur) - kyai Muhyidin Hasan - hilal tidak teramati - hujan.
3. Ponorogo (Jawa Timur) - ust Ahmad Junaidi - hilal tidak teramati - hujan.
4. Pangandaran (Jawa Barat) - ust Ayi Faisal Tasikmalaya - hilal tidak teramati - mendung tebal.
5. Jepara (Jawa Tengah) - ust Muyassir - hilal tidak teramati - cuaca tanpa keterangan
6. Kudus (Jawa Tengah) - H Joko Prasetiyo - hilal tidak teramati - berawan sebagian.
7. Semarang (Jawa Tengah) - KH Slamet Hambali - hilal tidak teramati - hujan.
8. Jakarta Barat (DKI Jakarta) - ust Syamsuddin - hilal tidak teramati - mendung.
9. Lereng Gn. Pandan Madiun (Jatim) - ust. Muhson Taufiq - hilal tidak teramati - mendung
10. Selayar (Sulawesi Selatan) - ust Rajamuda Lologau - hilal tidak teramati - berawan.
11. Bukit Sukuh Ngargoyoso, Karanganyar (Jateng) - Ust. Ahmad Nurrochim - hilal tidak teramati - mendung
Mlm Nisfu Sya'ban 1440 H bertepatan hari Sabtu mlm Ahad tgl 20 April 2019
Jakarta, 5 April 2019
Pengurus Besar Nahdlatul Ulama
Lembaga Falakiyah
Koordinator Rukyat_
Kamis, 18 April 2019
ULAMA KOK JADI UMARO’…?!
ULAMA KOK
JADI UMARO’…?!
Ulama
kok mau jadi umaro’ alias khalifah…?! Kalau ulama ya tolong jadi ulama saja dan
tidak usah menjadi khalifah segala. Ulama
yang dekat dengan penguasa itu, apalagi masuk ke pintu istana, bisa jadi ulama
yang buruk alias ulama su'. Lha wong dekat saja sudah bisa disebut ulama su’
mosok sekarang ini ada ulama, bahkan Ketua MUI, yang malah mau jadi Wakil
Presiden. Berhati-hatilah…!
Sik talah, rek…! Ojok sangar-sangar opo’o….
Sekarang saya mau tanya. Apakah
menurut kalian Abu Bakar, Umar bin Khattab, Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib
itu bukan ulama? Apakah kalian punya ulama yang lebih ulama ketimbang mereka
berempat? Coba sebutkan SATU SAJA ulama
kalian yang paling kalian bangga-banggakan sejak dulu sampai sekarang yang
kira-kira lebih ulama ketimbang mereka berempat.
Insya Allah gak akan ada ulamanya ulama,
ustadsnya ustads, habaibnya habaib yang berani bilang bahwa diri mereka lebih ulama daripada
ke empat sahabat Nabi yang luar biasa tersebut.
Nah, sekarang saya mau tanya sampeyan,
iya termasuk sampeyan yang di pojokan… Apakah ke empat sahabat Nabi yang lebih
ulama daripada para ulama mana pun ini bukan umaro’? Apakah mereka berempat ini
bukan pemimpin negara? Mereka bahkan dianggap sebagai best of the bestnya
khalifah alias umaro di zaman masing-masing sehingga dijuluki Khulafaur
Rasyidhin. Khulafaur
Rasyidin dapat di artinya sebagai pemimpin pengganti setelah Rasulullah SAW.. Tak ada khalifah lain yang dijuluki
Khulafaur Rasyidhin selain mereka berempat. Dan mereka adalah ulama sekaligus
umaro’. Saya tegaskan lagi, mereka adalah ulama sekaligus umaro’. Cukup jelas…?!
Sekarang saya mau tanya sama sampeyan,
iya termasuk sampeyan yang ongap angop ae dari tadi…
Apakah kalian tidak suka dipimpin
oleh ulama seperti ke empat khalifah tersebut dan lebih memilih dipimpin Muawiyah
dengan dinasti-dinastinya?
Ketika ke empat khalifah tersebut
menjadi pemimpin tentu saja para ulama atau para sahabat Nabi yang alim bludas
bludus saja bertemu dengan umaro’nya ini. Jadi pada waktu zaman mereka tidak
ada dikotomi ulama dan umaro’. Tidak ada omongan tolong saya jangan diundang ke
istana karena saya seorang ulama. Bisa luntur keulamaan saya karena masuk
istana. Eh, iya waktu itu mereka belum punya istana ding!
Intinya adalah…
(Sik, aku mau apene ngomong opo yo…?!
Kok mbliyut.)
Sebetulnya yang memprovokasi agar
jangan ada ulama di istana itu sebetulnya siapa dan konteksnya bagaimana sih?
Surabaya, 13 April 2019
Langganan:
Postingan (Atom)